gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 739 kali
Download MP3 Music
Caturwulan III (September-Desember):
Tema: Kristus Memberi Kita Daya Untuk Menata Relasi Pelayanan Sebagai Murid dan Kawan Sekerja Allah Dengan Alam Sebagai Sesama Ciptaan Allah

Tema September:
Kristus Memberi Kita Daya Untuk Menata Relasi Pelayanan Sebagai Sesama Murid Dan Kawan Sekerja Allah
Melalui Pertobatan dan Perubahan Hidup
      
01 September   
Minggu Biasa XI   
Mazmur 81:10-16   
Ibrani 13:1-8; 15-16   
    Hijau
    Burung merpati (putih) dengan ranting-ranting zaitun (pinggir putih) di paruhnya, perahu berlayar (putih) dan pelangi (merah, kuning, hijau)    Mempraktekkan Iman
    Surat Ibrani ini dituliskan untuk jemaat Kristen keturunan Yahudi generasi kedua yang tinggal di kota Roma.
    Motivasi mereka bersekutu (koinonia) adalah kasih persaudaraan (filadelfia, ay 1), dan motivasi beribadah (liturgia) adalah rasa syukur kepada Allah (ay 15).
    Implikasi nyata dari persekutuan dan ibadah adalah dalam hal kesediaan memberi tumpangan dan kesediaan berbela rasa dengan para tahanan hukum (ay 2-3: diakonia), serta kesediaan menjaga moralitas dalam hal seksual, keuangan, dan mencontohi pemimpin yang beriman, menunjuk kepada kesaksian tentang cara hidup yang benar (ay 4-6: marturia).
08 September    Minggu Biasa XII    Mazmur 100    Roma 12:1-8        Hijau
    Burung merpati (putih) dengan ranting-ranting zaitun (pinggir putih) di paruhnya, perahu berlayar (putih) dan pelangi (merah, kuning, hijau)    Menjalani Kehidupan Ibadah Yang Sejati
    Mempersembahkan kehidupan (ay 1).
    Memperbaharui pola pikir (ay 2).
    Menguasai diri dalam pelayanan sesuai karunia masing-masing (ay 3-8).
15 September    Minggu Biasa XIII    Mazmur 51:1-10     1 Tim 1:12-17        Hijau
    Burung merpati (putih) dengan ranting-ranting zaitun (pinggir putih) di paruhnya, perahu berlayar (putih) dan pelangi (merah, kuning, hijau)    Menjadi Teladan Dalam Pertobatan dan Kepercayaan
    Salah satu kualitas yang sering dijumpai pada tokoh-tokoh besar adalah kesadarannya yang tajam akan kelemahannya sendiri, dan tidak malu untuk mengakui kelemahan tersebut. Kualitas ini jugalah yang kita jumpai pada diri Paulus. Sebagai salah seorang rasul yang terkemuka, Paulus, yang dulunya bernama Saulus, mau mengakui latar belakang kelabunya. Ia pernah menjadi seorang ganas dan penganiaya jemaat Allah. Namun, Paulus tidak pernah berusaha menutup-nutupi hal ini. Nas ini hanyalah salah satu dari beberapa bagian suratnya, yang secara blak-blakan menyaksikan masa lalunya yang kelam (bdk. Gal 1).
    Namun, ada hal lain yang perlu disimak dan dicermati dengan lebih mendalam. Di dalam nas ini, Paulus terus mengedepankan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatnya. Pengakuan atas masa lalu yang kelam tidak diikuti dengan membanggakan diri atas perubahan yang telah terjadi. Paulus mengakui bahwa Kristus Yesuslah yang menguatkannya, yang menganggapnya setia, serta memberikannya kepercayaan untuk terlibat dalam kegiatan pelayanan (ayat 12). Paulus mengakui bahwa semua yang terjadi semata-mata karena kasih karunia Tuhan itu telah dikaruniakan dengan limpah (ayat 13). Paulus mengakui bahwa Yesus telah mengasihani dirinya sebagai orang yang paling berdosa, dan telah menunjukkan kesabarannya (ayat 16).
    Ada ungkapan yang mengatakan: 'Gratia' (anugerah) selalu melahirkan 'Gratitude' (syukur). Inilah yang dilakukan Paulus. Setiap kali Paulus mengenang kembali jalan hidupnya, maka selalu akan timbul dalam hatinya penuh syukur, suatu doksologi/puji-pujian kepada Allah (ayat 17).
    Makin lama seseorang menjadi Kristen, makin besar kemungkinan datangnya godaan untuk menganggap keselamatan dan kasih karunia Tuhan sebagai upah yang pantas atas kesediaan orang itu mengikut Tuhan. Anggapan ini adalah penghinaan bagi kasih karunia dan anugerah Tuhan. Seharusnya, rentang waktu itu membuat Kristen makin hari makin takjub, makin bersyukur dan makin bertekad untuk melayani Allahnya.
22 September    Minggu Biasa XIV    Mazmur 113    Amos 8:4-8        Hijau
    Burung merpati (putih) dengan ranting-ranting zaitun (pinggir putih) di paruhnya, perahu berlayar (putih) dan pelangi (merah, kuning, hijau)    TUHAN Tidak Melupakan Perbuatan Dosa
    Nas ini nampaknya ditujukan khusus kepada para pedagang, walaupun maknanya tidak jauh berbeda dengan kritikan nabi terhadap para pejabat (pemerintahan dan agama), orang kaya pada umumnya (2:6-7), perempuan-perempuan Samaria (4:1), dan hakim-hakim (5:11). Mereka disebut sebagai orang-orang yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di Israel (ay. 4).
    Seperti apa para pedagang yang menindas ini?
1.    Mereka tidak suka dengan "Bulan Baru" dan "Hari Sabat".   
2.    Mereka memanipulasi "ukuran" dan "timbangan" dalam usaha perdagangan mereka.
3.    Memperjualbelikan orang lemah dan miskin.
    Kita dipanggil untuk menjadi berkat bagi sesama, hidup berbagi, karena itulah panggilan kita. Maka, sangat disayangkan kalau masih ada orang Kristen yang justru memangsa sesamanya (homo homini lupus). Tentu, tugas setiap orang Kristen untuk menjadi agen pembebas bagi masyarakat yang tertindas. Dan pelayanan gereja haruslah termasuk advokasi bagi orang-orang yang ditindas oleh orang lain, penguasa, pengusaha, atau lembaga/organisasi yang tidak peduli dengan nilai-nilai kemanusiaan dan tidak peduli dengan kebenaran.
29 September    Minggu Biasa XV    Mazmur 146    Lukas 16:19-31        Hijau
    Burung merpati (putih) dengan ranting-ranting zaitun (pinggir putih) di paruhnya, perahu berlayar (putih) dan pelangi (merah, kuning, hijau)    Hidup Ini Adalah Kesempatan
    Lazarus si miskin dikontraskan dengan orang kaya raya. Dalam kehidupannya mereka berdua sangat berbeda gaya: Lazarus adalah seorang pengemis yang miskin sedangkan orang kaya ini adalah memiliki segala yang diperlukannya.
    Tetapi keduanya mengalami nasib yang sama, yaitu mati. Setelah mati, kekontrasan berlanjut kembali tetapi dengan peran yang berbeda dan berkebalikan dari kehidupan sebelumnya. Kini Lazarus yang mengalami segala kenikmatan hidup bersama Abraham sementara si kaya mengalami sengsara dalam maut, kesengsaraan tiada tara.
    Kisah ini adalah juga bagian utuh dari perumpamaan yang disampaikan Tuhan Yesus. Secara khusus bagian ini sebenarnya sindiran kepada orang-orang Farisi yang disebut sebagai hamba-hamba uang (ayat 14). Sindiran tersebut sekaligus mengingatkan kembali kepada orang Farisi bahwa uang dan kekayaan tidak menjamin kehidupan akan datang.
    Menyembah Tuhan berarti peduli kepada orang yang menderita. Dan melayani orang yang berkekurangan adalah melayani Tuhan.
    Karena itu, gunakanlah hidup dengan semua karunia yang Tuhan berikan, terutama berbagi dengan sesama, karena hidup ini adalah kesempatan. Setelah hidup, kesempatan itu tidak ada lagi.





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2019
Imamat 26:1-13(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

Pembacaan Alkitab GMIM Oktober 2019


Sebelum:

Pembacaan Alkitab GMIM Agustus 2019



All Pembacaan Alkitab GMIM 2019:


MENU UTAMA:
Contoh Doa GMIM(2)
Contoh Tata Ibadah GMIM(22)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(8)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(123)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(6)

Arsip Pembacaan Alkitab GMIM 2019..

Register   Login  

Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,