|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Pembacaan Alkitab GMIM 2018 TEMA BULANAN : "Gereja di Era Digital"21 s-d 27 Oktober 2018 (Yesaya 28:23-29)MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29TEMA MINGGUAN : "Bijak Menggunakan Teknologi" Bacaan : Yesaya 28:23-29 Kebijaksanaan TUHAN 28:23 Pasanglah telinga dan dengarkanlah suaraku; perhatikanlah dan dengarkanlah perkataanku! 28:24 Setiap harikah orang membajak, mencangkul dan menyisir tanahnya untuk menabur? 28:25 Bukankah setelah meratakan tanahnya, ia menyerakkan jintan hitam dan menebarkan jintan putih, menaruh gandum jawawut dan jelai kehitam-hitaman dan sekoi di pinggirnya? 28:26 Mengenai adat kebiasaan ia telah diajari, diberi petunjuk oleh Allahnya. 28:27 Sebab jintan hitam tidak diirik dengan eretan pengirik, dan roda gerobak tidak dipakai untuk menggiling jintan putih, tetapi jintan hitam diirik dengan memukul-mukulnya dengan galah, dan jintan putih dengan tongkat. 28:28 Apakah orang waktu mengirik memukul gandum sampai hancur? sungguh tidak, orang tidak terus-menerus memukulnya sampai hancur! Dan sekalipun orang menjalankan di atas gandum itu jentera gerobak dengan kudanya, namun orang tidak akan menggilingnya sampai hancur. 28:29 Dan inipun datangnya dari TUHAN semesta alam; Ia ajaib dalam keputusan dan agung dalam kebijaksanaan. ALASAN PEMILIHAN TEMA Kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi sangat memengaruhi manusia, termasuk media sosial. Tonny Schwartz menyebut media sebagai "the second god"(tuhan kedua). Media telah menjadi suatu kebutuhan pokok. Orang tidak dapat "hidup" tanpanya, seperti rasa takut kehilangan telepon genggam (nomophobia). Segala aktivitas dan kegiatan pun didukung oleh-nya. Di mana dan kapan saja kita dapat mengakses berita, mengup-date status, dan terhubung dengan siapa saja. Bagaikan pedang bermata dua, media sosial memberi kon-tribusi positif dan negatif. Penggunaan secara positif akan mem-perluas pengetahuan, ketrampilan, komunikasi, memperlancar pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan hidup. Sebaliknya penyalahgunaannya dapat memicu konflik sosial, penyebaran berita bohong (hoax), doktrin radikalisme, pencemaran nama baik, ujaran kebencian, intoleransi, perusakan moral, penipuan, prostitusi online, phubbing (anti sosial) dan sebagainya. Kehidupan keluarga juga dipengaruhi oleh interaksi media sosial ini. Komunikasi di antara anggota keluarga semakin renggang dan keakraban pun berkurang. Orang yang terdekat semakin jauh dan orang yang jauh semakin dekat. Kehidupan nyata (virtual) telah tergantikan oleh kehidupan semu (maya). Waktu untuk belajar, bekerja, beribadah tersita olehnya. Semakin "eksis" di dunia maya akan semakin "exit" di dunia nyata. Semakin bersosialisasi di dunia maya akan terisolasi di dunia nyata. Gereja harus mengedukasi jemaatnya supaya bijak menggunakan teknologi. Sebagaimana perlakuan Allah bagi umat-Nya yang digambarkan seperti petani terhadap tanah dan tanamannya, maka analogi ini disesuaikan dengan penggunaan teknologi, khususnya media. PEMBAHASAN TEMATIS Pembahasan Teks Alkitab (Exegese) Kitab Yesaya dilatar belakangi kondisi sosial politik yang dihadapi umat Israel. Di satu sisi berada dalam kemakmuran yang memunculkan gejolak sosial, kemerosotan moral, kesenjangan antara si kaya dan miskin, pelecehan keadilan dan kebenaran. Di sisi lain munculnya Asyur sebagai Negara adikuasa yang mengadakan ekspansi (perluasan) kerajaan. Di tengah krisis nasional ini, nabi mengingatkan umat untuk bersandar kepada Tuhan dan jangan berharap pada negara-negara besar lainnya. Inti beritanya adalah kabar buruk tentang datangnya penghukuman dan kabar sukacita tentang keselamatan bagi umat Tuhan. Yesaya 28 : 23-29 menyajikan secara unik dan menarik tentang kebijaksanaan Tuhan di dalam pemerintahan-Nya. Kebijaksanaan ini disampaikan dalam bentuk perumpamaan di bidang pertanian. Perumpamaan ini adalah suatu analogi (persamaan) yang meng-gambarkan tindakan Tuhan bagi umat-Nya. Ia memiliki rancangan yang terbaik dan waktu yang tepat untuk menolong umat-Nya. Demi mencapai tujuan maka cara-cara pelaksanaan pun berbeda-beda sesuai sifat masing-masing. Seperti cara petani membajak tanah, menanam, memelihara tanaman, menuai, menggirik dan menggiling hasil pertaniannya. Demikian pula perlakuan Tuhan bagi umat-Nya. Pasanglah telinga, dengarkanlah suaraku, perhatikanlah dan dengarkanlah perkataanku merupakan kata-kata pembuka yang memiliki kesamaan arti. Terjadinya pengulangan kata merujuk pada "urgensi" (hal yang sangat penting). Empat kata kerja ini berfungsi menekankan permohonan yang mengharuskan agar ucapan berikutnya diperhatikan. Umat Tuhan harus memusatkan perhatian kepada firman Tuhan agar dapat mengerti pekerjaan-Nya. Seorang petani tidak setiap hari membajak tanahnya. Ia melakukannya bila hendak menabur benih. Tanah yang keras dan kotor perlu terlebih dahulu dibajak, dibersihkan, dicangkul dan disisir dengan rapi. Barulah ditaburi benih. Semua tindakan itu mempunyai waktu dan caranya sendiri. Cerdas dalam memilih waktu akan mendapatkan hasil panen yang berlimpah. Demikianlah Tuhan dengan berbagai tindakan dan cara (penghukuman atau anugerah) mengerjakan hati manusia agar siap ditaburi firman-Nya. Bila seorang petani mengharapkan benih yang ditanam menjadi tanaman yang subur dan menghasilkan buah yang lebat. Maka ranting tanaman perlu dibersihkan dan dipotong. Persesuaian makna ini, memperjelas bahwa hukuman dan janji berkat keselamatan bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Proses tanam dilakukan dengan cermat dan teratur. Petani dengan keahliannya melakukan tindakan dan cara-cara yang bervariasi. Menyerakkan, menebarkan dan menaruh merujuk pola pekerjaan sesuai dengan jenis dan tempat setiap tanaman. Awalnya diserakkan jintan hitam, kemudian ditebarkan jintan putih, ditaruh gandum jawawut, jelai kehitam-hitaman dan terakhir sekoi. Sekoi ditanam dipinggir lahan. Jintan hitam dan putih adalah jenis tanaman yang harum baunya, keduanya merupakan bumbu khas untuk menambah rasa enak dan berkhasiat untuk menyembuhkan. Gandum (Ibr=dagan) adalah jenis rumput yang menghasilkan biji-bijian dan membuat roti lebih lezat. Karena pentingnya sebagai makanan maka gandum dijadikan lambang kebajikan dan pemeliharaan Allah. Jelai adalah jenis padi-padian yang merupakan makanan utama di Palestina. Ia dapat tumbuh di tanah yang kurang subur dan dapat dibuat makanan ternak dan bir. Masa panen jelai sebelum gandum. Sedangkan sekoi adalah semacam gandum yang agak kurang nilainya dan dipanen sesudah panen jelai. Pola tanam ini merupakan warisan adat istiadat yang dipelajari sesuai dengan petunjuk Allah. Segala sesuatu direncanakan dengan matang. Tidak ada yang kebetulan, serampangan dan instan. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik dibutuhkan suatu proses. Perlakuan lima jenis tanaman ini di masa pengirikan dan penggilingan pun berbeda. Jintan hitam tidak diirik dengan eretan pengirik melainkan dipukul-pukul dengan galah (tongkat yang panjang yang terbuat dari bambu atau kayu). Jintan putih tidak digiling dengan roda gerobak, melainkan dengan tongkat (sepotong bambu/kayu). Gandum tidak boleh dipukul terus menerus sampai hancur. Alat-alat ini memainkan peranan penting. Untuk men-dapatkan manfaat yang maksimal, maka alat kerja yang tepat harus digunakan dengan cara yang tepat agar jintan atau gandum tidak hancur. Analoginya adalah ladang Tuhan terdiri dari beragam bangsa yang menambah keindahannya. Setiap bangsa diper-lakukan dengan cara yang berbeda. Tuhan mengaruniakan kese-lamatan bukan hanya untuk umat Israel atau Yehuda, tetapi juga bagi bangsa-bangsa lain. Ia tidak terus menerus menghukum atau "memukul". Melainkan dengan berbagai cara yang ajaib meng-gunakan alat-alat yang tepat dan waktu yang tepat, Tuhan ber-tindak menyelamatkan umat ciptaan-Nya. Pujian atas keputusan dan kebijaksanaan Tuhan menjadi dasar bagi umat untuk percaya. Tuhan semesta alam tidak menghendaki umat-Nya binasa. Makna dan Implikasi Firman Semua ada waktunya: Perumpamaan ini menguatkan orang percaya untuk tidak pernah meragukan keputusan dan kebi-jaksanaan Tuhan. Tidak selama-lamanya, Ia menghukum. Waktu Tuhan selalu tepat dan tidak pernah terlambat untuk menolong umat-Nya. Semua ada tempatnya: Ladang Tuhan terdiri dari beragam bangsa yang menggambarkan keindahan dan kepermaian. Setiap bangsa memiliki tempatnya yang tersendiri. Semua dikasihi dan diperhatikan-Nya. Semua ada batasnya: Tuhan memperlakukan umat-Nya dengan istimewa. Berbagai cara dan alat/media digunakan-Nya. Di tangan Tuhan, alat berfungsi demi tujuan-Nya. Metode penggunaan alat memiliki batasan. Tidak terus-menerus, Ia menghukum. Perumpamaan ini dapat juga dianalogikan dengan cara bijak menggunakan teknologi (khususnya media sosial). Teknologi adalah alat yang membantu manusia mencapai kesejahteraan hidup. Alat atau media akan berfungsi dengan baik jika digunakan dengan cara yang tepat. Jika alat ini difungsikan dengan cara yang salah maka yang terjadi adalah pengrusakan dan kehancuran. Media adalah alat untuk membantu manusia, karena itu janganlah ia menguasai dan memperbudak kita. Penggunaannya harus tepat waktu, pada tempatnya dan memiliki batasan tertentu. Tanpa mempertimbangkan waktu, tempat dan batasan ini maka akan berakibat buruk. Di era digital ini, orang dapat mengakses berita dan mengup-date status. Akibat demam digital ini maka medsos dijadikan tempat penghakiman atau kriminalisasi, tempat curhat di saat galau, upaya pencitraan agar dikenal dan dihargai dan sebagainya. Bijak menggunakan teknologi memberi ruang untuk dengan cermat menyaring apa yang akan dibagikannya. Saring dulu barulah sharing. Tapi juga memiliki kepekaan untuk menerima informasi. Mana yang bermanfaat dan mana yang tidak. Selayaknya postingan di media sosial menjadi sarana penginjilan untuk menyampaikan berita sukacita serta membangun kebersamaan sosial dalam menunjukkan penghargaan dan kepeduliaan sebagai umat ciptaan Tuhan. Gereja melalui keluarga harus terus menerus mengajarkan kearifan hidup yang merupakan budaya bangsa, agar anak-anak bangsa tidak tergerus oleh tantangan di era digital yang kian sekuler dan individualistik serta menguatnya paham primordial yang sempit. Perlu dibentuk suatu kelompok atau grup yang memfasilitasi generasi muda berkomunikasi intens sambil mewariskan adat istiadat atau budaya yang santun, ramah, gotong royong, suka bekerja keras dan menghargai keanekaragaman. Krisis pangan yang mengglobal mengingatkan kita untuk pentingnya memfasilitasi petani dengan teknologi pertanian yang canggih. Penggunaan teknologi yang tepat untuk meningkatkan produktifitas menjadi kebutuhan di zaman "now". Sudah saatnya peralatan tradisional diganti dengan fasilitas teknologi modern yang memampukan para pekerja di semua sektor kehidupan (pertanian, kesehatan, transportasi, peternakan dan lain-lain) untuk menjalan-kan pengabdiannya di semua lini kehidupan. PERTANYAAN UNTUK DISKUSI: Mengapa perlakuan terhadap jenis tanaman berbeda satu dengan yang lain? Apakah artinya ini dalam memahami kebijaksanaan Tuhan? Jika dikaitkan dengan penggunaan alat atau media, bagaimana sikap orang percaya terhadap teknologi? NAS PEMBIMBING: Amsal 2:11 POKOK-POKOK DOA: Rajin bekerja dan cerdas menggunakan teknologi Gamer, phubber, facebooker Peranan Orang tua. TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK III NYANYIAN YANG DIUSULKAN: Nyanyian Masuk: NKB No. 2 Hai Mari Sembah Ses Nas Pembimbing: KJ No. 406 Ya Tuhan Bimbing Aku Pengakuan Dosa & Pemberitaan Anugerah Allah: NKB No. 9 Engkau Sabar Menanti Berita Anugerah: NNBT No. 23 Mari Kau yang lelah Ses Doa Pembacaan Alkitab: PKJ No. 15 Kusiapkan Hatiku Tuhan Persembahan NKB No. 208 Tabur Waktu Pagi Nyanyian Penutup NKB N0. 211 Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu. ATRIBUT: Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang. Label: Yesaya 28:23-29
Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018 1 Korintus 12:1-11(1) 1 Raja-Raja 12:16-17(1) 1 Raja-Raja 12:16-24(1) 1 Yohanes 4:7-21(1) 2 Timotius 2:1-13(1) 2 Timotius 3:10-17(2) Ayub 5:27(1) Kejadian 13:1-18(1) Kejadian 1:1-31(1) Kejadian 39:1-23(1) Kejadian 50:15(1) Kejadian 50:21(1) Kejadian 6:9-22(1) Keluaran 4:1-17(1) Kidung Agung 1:1-8(1) Kisah Para Rasul 15:33-34(1) Kisah Para Rasul 17:10-15(1) Lukas 16:10-18(1) Lukas 2:1-7(1) Maleakhi 2:10-16(1) Markus 10:13-16(1) Markus 10:35-45(1) Markus 16:1-2(1) Matius 16:21-28(1) Matius 26:47-56(1) Mazmur 71:17-24(1) Pengkhotbah 3:1-15(1) Roma 10:4-15(1) Roma 1:16-17(1) Ulangan 31:1-8(1) Yesaya 28:23-29(2) Yesaya 6:1-13(1) Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: MTPJ 28 Oktober s/d 3 November 2018 - Stop Hoax - Matius 28:11-15 Sebelum: RHK Sabtu, 20 Oktober 2018 - Melangkah dengan Damai - Kisah Para Rasul 15:33-34 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,