gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 474 kali
Download MP3 Music
MTPJ 17 s-d 23 Juni 2018

TEMA BULANAN : "Pendidikan Sebagai Misi Gereja Dalam Pembentukan Karakter"
TEMA MINGGUAN : "Firman Mempersatukan dan Menyelamatkan Bangsa"

Bacaan Alkitab:
Roma 10:4-15
Kebenaran karena iman
10:4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya. 10:5 Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: "Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya." 10:6 Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun, 10:7 atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati. 10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. 10:11 Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan." 10:12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. 10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. 10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? 10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Adanya kelompok-kelompok intoleran yang mempropagan-dakan isu SARA untuk berbagai kepentingan dalam masyarakat sa-ngat membahayakan persatuan dan keselamatan bangsa Indonesia. Apalagi ketika gerakan itu sampai pada upaya makar yang berusaha menggulingkan pemerintahan yang sah dan berkeinginan mengubah ideologi negara. Gerakan itu jelas dilakukan oleh kelompok-kelom-pok radikal yang menghalalkan tindakan anarkis berupa aksi terorisme yang berulang kali dilancarkan lewat upaya serangan bersenjata kepada pihak kepolisian dan TNI, bahkan sampai pada teror bom yang mengancam keselamatan masyarakat sipil.

Menyikapi fakta itu pemerintah telah mengambil langkah-langkah preventif bahkan tindakan tegas, tetapi masih banyak juga yang belum tuntas. Ini menjadi kenyataan yang mengusik bangsa, sehingga dibutuhkan suatu upaya terpadu dari seluruh komponen bangsa, termasuk gereja dipanggil untuk mengupayakan persatuan bangsa dengan upaya menjalin tali persaudaraan dan persahabatan dalam interaksi sosial di tengah masyarakat plural yang memang rentan pada konflik horisontal dan vertikal.

Keterpanggilan gereja dalam konteks ke-Indonesia-an yang bergumul melawan ancaman konflik yang bisa menghancurkan bangsa ini, tentunya memotivasi gereja untuk mendisain Missio Dei, dalam konsep teologi, "Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang..." (Roma 10:12) dengan pendekatan kasih yang mempersatukan dan menyempurnakan (Kolose 3:14) di mana umat Kristen eksis sebagai umat Tuhan yang menjadi perekat bagi kehidupan berbangsa, dengan berusaha mewujudkan gereja bagai orang Samaria yang murah hati yang melayani sesama manusia (Lukas 10:36,37) yang artinya pelayanan gereja menembus batas-batas perbedaan yang berusaha meruntuhkan tembok-tembok pemisah dan membangun jalan-jalan penghubung yang memung-kinkan setiap orang atau kelompok yang berbeda dapat hidup bersama penuh damai di bumi Indonesia ini, sebagai manifestasi dari firman yang mempersatukan dan menyelamatkan bangsa.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Paulus dalam kitab Roma ini menjelaskan otoritasnya sebagai seorang hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah, yaitu firman Tuhan. Ia pun dalam suratnya menyatakan kerinduan hati untuk pergi ke Roma dengan maksud memberitakan Injil buat semua orang, baik orang Yahudi dan bukan Yahudi.

Kekristenan di Roma saat itu mendapat banyak tekanan secara eksternal dari kalangan Yahudi maupun Romawi, selain itu juga pergumulan konflik internal jemaat Roma. Konflik perbedaan dua kelompok yaitu Yahudi dan Yunani sungguh memicu keresahan. Kelompok yang satu merasa lebih utama dengan merendahkan kelompok yang lain. Khususnya orang Yahudi mengkisruhkan keadaan dengan pandangan bahwa mereka memiliki kedudukan lebih tinggi di hadapan Tuhan dibandingkan dengan mereka yang bukan Yahudi. Pandangan itu mengkristal karena mereka ber-anggapan bahwa Tuhan memberikan hukum Taurat secara khusus kepada mereka yang membedakan mereka dari yang lain. Bagi mereka dengan melakukan hukum Taurat maka itu menjadi jaminan keselamatan, atau Taurat menjadi syarat utama untuk dilakukan guna memperoleh keselamatan.

Di tengah kuatnya pertentangan perbedaan kedua kelompok Paulus secara tegas mengemukakan dalam ayat 12, "Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya."
Berdasarkan Injil Yesus Kristus bahwa: Tidak ada perbedaan. Kata Perbedaan dalam bahasa Yunani diastole (=difference) dengan sederhana berarti tidak sama atau beda. Sehingga kalau tidak ada perbedaan berarti semuanya sama tidak ada beda antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi, sebab keduanya memiliki kedu-dukan yang setara dalam hal penerimaan Allah. Allah tidak hanya ada, memberi dan menerima karena mereka orang Yahudi atau sebaliknya karena mereka orang Yunani. Allah memperlakukan dan menempatkan semua orang tanpa pandang bulu, atau tanpa ada pembedaan di hadapan Tuhan, karena Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang. Tuhan tidak membatasi keberadaan-Nya hanya ada untuk pihak kelompok tertentu, tetapi terbuka untuk semua orang, berarti siapa saja, yaitu semua orang yang berseru kepada-Nya (ayat 12-13), yaitu setiap orang dengan hati yang percaya kepada-Nya (ayat 14) yang sejajar dengan ayat 9, yaitu bagi setiap orang yang mengaku percaya dalam hati, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,maka kamu akan diselamatkan. Secara jelas bahwa keselamatan diberikan Tuhan kepada setiap orang bukan karena ia memenuhi syarat hukum Taurat, melainkan karena keyakinan iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Pernyataan semua orang yang berseru kepada-Nya, menunjuk pada sikap hati seseorang untuk datang secara aktif mengarahkan diri kepada Tuhan dalam percaya. Itu berarti keselamatan dalam Tuhan Yesus terbuka dan setiap orang berpeluang datang dan percaya tanpa ada kekhususan bahwa mereka datang dari latar belakang agama Yahudi atau bukan, melainkan ditentukan oleh sikap imannya kepada Tuhan Yesus.
Konsep itu menempatkan gereja atau setiap orang Kristen untuk memahami firman Tuhan diberikan guna mempersatukan berbagai perbedaan termasuk (SARA) serta memberikan keselamatan bukan hanya untuk kelompok tertentu tetapi secara terbuka untuk semua bangsa. Setiap orang Kristen pada hakekatnya menjadi agen perekat yang mempersatukan di tengah-tengah perbedaan dengan sikap menghargai kesamaan kesempatan untuk memperoleh keselamatan sebagai anugerah Tuhan untuk semua orang. Itulah firman, yang mempersatukan dan menyelamatkan bangsa.
Makna dan Implikasi Firman

    Pemberitaan firman Tuhan oleh Paulus dalam Roma 10:4-15, memperkuat tentang kristologi Yesus Kristus yang adalah Tuhan untuk semua orang. Tuhan tidak membedakan satu dengan lainnya, Ia pun memberikan keselamatan sebagai anugerah Allah bukan karena ia seorang dari kelompok tertentu (seperti Yahudi) tetapi yang terutama adalah sikap hati yang percaya kepada Yesus Kristus yang adalah Mesias, Anak Allah, Juruselamat (Isa Almasih), dan Tuhan bagi semua orang.
    Strategi pelayanan gereja yang mengacu pada firman maka sifatnya harus terbuka menembus batas-batas perbedaan dan menjawab persoalan ril kehidupan manusia. Dimana gereja menempatkan setiap orang sebagai sesama manusia, dan bersikap bagai seorang Samaria yang murah hati.
    Gereja secara internal perlu memperlengkapi, membina dan menggembalakan warga gereja dalam hal mengambil peran strategis bagi upaya membangun semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selanjutnya ada upaya-upaya eksternal gereja dengan memba-ngun komunikasi lintas multidimensi di dalamnya lintas SARA yang memperkuat silaturahmi atau jalinan persaudaraan dalam ikatan kasih yang mempersatukan dan menyempurnakan sebagai satu bangsa.
    Gereja perlu juga menyikapi isu-isu intoleran dengan sikap te-nang agar tidak mudah terprovokasi. Kalaupun ada bentuk-bentuk apologet (pembelaan) iman Kristen, maka harus meng-gunakan pola dan gaya bahasa yang bersahabat bukannya caci maki atau hinaan yang memperkeruh suasana, karena kekris-tenan tidak diajarkan untuk membalas kejahatan dengan keja-hatan.
    Gereja perlu menangani perbedaan dalam managemen konflik. Semua bentuk-bentuk perbedaan jangan dibenturkan melainkan diselaraskan dalam gerakan-gerakan kebersamaan yang ber-temakan kemanusiaan (keadilan, kedamaian dan kesejahteraan), perlindungan marga satwa, pelestarian lingkungan alam dan menjaga keutuhan ciptaan untuk perwujudan syalom Kristus bagi semua orang.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

    Apakah yang dapat dipahami dalam perikop Roma 10:4-15 berkaitan dengan tema Firman mempersatukan dan menyela-matkan bangsa?
    Bagaimanakah menurut saudara menyikapi perbedaan dan menyelesaikan konflik perbedaan yang ada dalam gereja dan masyarakat?
    Adakah bentuk-bentuk program pelayanan yang masih perlu dikembangkan oleh gereja sebagai upaya mempersatukan dan menyelamatkan bangsa?

NAS PEMBIMBING: Roma 1:16

POKOK-POKOK DOA:

    Pemerintah dalam upaya penanganan konflik yang bernuansa SARA
    Upaya pengembangan pelayanan gereja yang menembus batas-batas perbedaan
    Persatuan dan keselamatan bangsa.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK III

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Nyanyian Masuk: KJ No.3 Kami Puji Dengan Riang

Ses Nas Pembimbing: Firman-Mu P'lita Bagi Kakiku

Ses Pengakuan Dosa: KJ No. 25 Ya Allahku Dicahya-Mu

Ses Pemberitaan Anugerah Allah: KJ No.39 Ku Diberi Belas kasihan

Ses Doa Pembacaan Alkitab: KJ No. 52 Sabda Tuhan Allah

Ses Pembacaan Alkitab: NKB No.116 Siapa Yang Berpegang Persembahan: KJ No. 287a Sekarang B'ri Syukur

Penutup: KJ No. 249 Serikat Persaudaraan.

ATRIBUT

Warna Dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

Label:   Roma 10:4-15 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018
1 Korintus 12:1-11(1)
1 Raja-Raja 12:16-17(1)
1 Raja-Raja 12:16-24(1)
1 Yohanes 4:7-21(1)
2 Timotius 2:1-13(1)
2 Timotius 3:10-17(2)
Ayub 5:27(1)
Kejadian 13:1-18(1)
Kejadian 1:1-31(1)
Kejadian 39:1-23(1)
Kejadian 50:15(1)
Kejadian 50:21(1)
Kejadian 6:9-22(1)
Keluaran 4:1-17(1)
Kidung Agung 1:1-8(1)
Kisah Para Rasul 15:33-34(1)
Kisah Para Rasul 17:10-15(1)
Lukas 16:10-18(1)
Lukas 2:1-7(1)
Maleakhi 2:10-16(1)
Markus 10:13-16(1)
Markus 10:35-45(1)
Markus 16:1-2(1)
Matius 16:21-28(1)
Matius 26:47-56(1)
Mazmur 71:17-24(1)
Pengkhotbah 3:1-15(1)
Roma 10:4-15(1)
Roma 1:16-17(1)
Ulangan 31:1-8(1)
Yesaya 28:23-29(2)
Yesaya 6:1-13(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

MTPJ 24 s-d 30 Juni 2018 - Pendidikan Seumur Hidup - Mazmur 71:17-24


Sebelum:

MTPJ 12 Juni 2018 (HUT PI dan Pendidikan Kristen ke-187) - Injil Yang Menyelamatkan - Roma 1:16-17



All Pembacaan Alkitab GMIM 2018:

MTPJ 24 Desember 2018 Khotbah Malam Natal - Menyambut Kelahiran Yesus - Lukas 2:1-7

MTPJ 23 s-d 29 Desember 2018 (Minggu Adven 4) - Yesus Kristus Penyelamat Dunia - 1 Yohanes 4:7-21

MTPJ 2 s-d 8 Desember 2018 (Minggu Adven 1)

MTPJ 25 November s/d 1 Desember 2018 - Gunakan Media Sebagai Sarana Pelayanan - Keluaran 4:1-17

RHK Sabtu, 10 November 2018 - Ungkapan yang Menghibur, Menenangkan Hati - Kejadian 50:21

RHK Minggu, 4 November 2018 - Berprasangka Buruk Bukanlah Hal yang Baik - Kejadian 50:15

MTPJ 28 Oktober s/d 3 November 2018 - Stop Hoax - Matius 28:11-15

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

RHK Sabtu, 20 Oktober 2018 - Melangkah dengan Damai - Kisah Para Rasul 15:33-34

MTPJ 14 s-d 20 Oktober 2018 - Media Sebagai Sarana Memelihara Kehidupan Beriman - Kisah Para Rasul 15:22-34

MTPJ 7 s-d 13 Oktober 2018 - Gereja di Era Digital - Kejadian 6:9-22

MTPJ 30 Sept - 6 Oktober 2018 - Gunakan Karunia untuk Kepentingan Bersama - 1 Korintus 12:1-11

Pembacaan Alkitab GMIM MTPJ 23 s-d 29 September 2018 - Cinta Allah Menerobos Perbedaan - Kidung Agung 1:1-8

MTPJ 16 - 22 September 2018 - Panggilan Gereja Memelihara Perdamaian di Tengah Masyarakat Majemuk - Kejadian 13:1-18

MTPJ 2 - 8 September 2018 - Firman Allah Menjadikan Orang Lebih Baik Hati - Kisah Para Rasul 17:10-15

MTPJ 26 Agust s/d 1 Sept 2018 Komitmen Iman Di Tengah Keberagaman - Maleakhi 2:10-16

MTPJ 19 s-d 25 Agustus 2018

MTPJ 12 - 18 Agustus 2018

MTPJ 5 s-d 11 Agustus 2018

MTPJ 22 s-d 28 Juli 2018 - Markus 10:13-16

MTPJ 15 s d 21 Juli 2018 - Pengalaman Membentuk dan Memperteguh Hidup dalam Pengharapan Iman - Pengkhotbah 3:1-15

MTPJ 8 s-d 14 Juli 2018 - Kebajikan Allah (Bersyukur adalah Karakter Orang Percaya) - Mazmur 111:1-10

MTPJ 1 s-d 7 July 2018 - Hidup sebagai anak-anak terang (Mengertilah Kehendak Tuhan) - Efesus 5:1-21

MTPJ 24 s-d 30 Juni 2018 - Pendidikan Seumur Hidup - Mazmur 71:17-24

MTPJ 17 s-d 23 Juni 2018 - Firman Mempersatukan dan Menyelamatkan Bangsa - Roma 10:4-15

MTPJ 12 Juni 2018 (HUT PI dan Pendidikan Kristen ke-187) - Injil Yang Menyelamatkan - Roma 1:16-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

RHK Sabtu, 9 Juni 2018 - Keterbatasan Pengetahuan Manusia - Ayub 5:27

MTPJ 3 s/d 9 Juni 2018 - Allah Mendidik Umat-Nya - Ayub 5:17-27

MTPJ 27 Mei s/d 2 Juni 2018

MTPJ 20 - 26 Mei 2018 ( Hari Raya Pentakosta1)

MTPJ 6 - 12 Mei 2018 - Kesetiaan Dimulai dari Hal-hal Kecil - Lukas 16:10-18

MTPJ 29 April s/d 5 Mei 2018 - Pemimpin yang Bijaksana Mendengar Setiap Aspirasi - 1 Raja-Raja 12:16-24

RHK Minggu, 22 April 2018 Doa dan Puasa adalah Panggilan Iman Ester 4:1-3

Pembacaan Alkitab GMIM Minggu, 29 April 2018 - Belajar Mendengar 1 Raja-Raja 12:16-17

MTPJ 8 - 14 April 2018

MTPJ 1 - 7 April 2018 Hari Raya Paskah 1 (Hari Anak GMIM)

RHK Minggu, 1 April 2018

Jumat Agung 30 Maret 2018 - Setia Sampai Mati - Bacaan Alkitab : Yohanes 19 : 28 - 30

MTPJ 25 - 31 Maret 2018 - Hidup ada Dalam Rancangan Allah - Minggu Sengsara VI

MTPJ 18 - 24 Maret 2017 Minggu Sengsara V

RHK 11 - 17 Maret 2018 Minggu Sengsara IV - Syarat Mengikut Yesus - Matius 16:21-28

MTPJ 4 - 10 Maret 2018 Minggu Sengsara III - Komitmen Mengikut Yesus

MTPJ 25 Feb. s/d 3 Maret 2018 Minggu Sengsara II - Markus 10:35-45

MTPJ 18 - 24 Februari 2018 Minggu Sengsara I - Panggilan Untuk Ikut Menderita - 2 Timotius 2:1-13

MTPJ 11 - 17 Februari 2018

MTPJ 28 Januari s/d 3 Februari 2018 - Ini Aku, Utuslah Aku - Yesaya 6:1-13

MTPJ 21 - 27 Januari 2018 - Pola Hidup Sehat MendatangkanKecerdasan

MTPJ 14 - 20 Januari 2018 - Kejadian 39:1-23 - Meraih Sukses dengan Iman

MTPJ 7 - 13 Januari 2018 - Tuhan Mencipta, Manusia Memelihara - Kejadian 1:1-31

MTPJ 31 Desember 2017 s/d 6 Januari 2018 - Kemarin, Hari Ini dan Besok Dalam Tangan Tuhan - Ulangan 31:1-8

Pembacaan Alkitab GMIM Januari 2019



MENU UTAMA:
Contoh Doa GMIM(2)
Contoh Tata Ibadah GMIM(22)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(8)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(123)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(6)

Arsip Pembacaan Alkitab GMIM 2018..

Register   Login  

Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,