|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Pembacaan Alkitab GMIM 2018 MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018Rabu, 10 Juni 2018 (2 Timotius 3:10-17)MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17TEMA BULANAN : "Pendidikan Sebagai Misi Gereja Dalam Pembentukan Karakter" TEMA MINGGUAN : "Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter" BACAAN ALKITAB : 2 Timotius 3:10-17 Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan Kitab Suci 3:10 Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. 3:11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. 3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, 3:13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. 3:14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. 3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. ALASAN PEMILIHAN TEMA Tanggal 12 Juni 2018 akan diperingati sebagai hari ulang tahun ke-187 masuknya Injil di tanah Minahasa. Walaupun sebelum Riedel dan Schwarz, sudah datang para penginjil di tanah Minahasa tetapi tonggak sejarah penginjilan di Gereja Masehi Injili di Minahasa diperingati pada tanggal 12 Juni hari di mana Riedel dan Schwarz tiba di tanah Minahasa pada tahun 1831. GMIM kemudian menyatakan lagi tanggal 12 Juni sebagai hari pendidikan Kristen karena diyakini bahwa seiring dengan datangnya injil maka dilakukan juga proses pendidikan/pengajaran agama Kristen. Pada prakteknya para zendeling yaitu Riedel, Schwarz dan lain-lain pada saat mengabarkan injil di tanah Minahasa juga sangat memperhatikan pendidikan dengan mendirikan sekolah-sekolah (di-kenal dengan sekolah zending) dan bentuk-bentuk pelayanan dalam berbagai bidang antara lain kesehatan. Dengan latar belakang ini kita mengetahui bahwa sejak dulu GMIM memiliki kepedulian tinggi dalam bidang pendidikan dan kesehatan yang berjalan bersama-sama dengan pekabaran injil untuk memberi pembaharuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan karakter. Perhatian gereja terhadap pendidikan karakter adalah aplikasi dari pemahaman yang benar tentang injil Kristus. Dewasa ini pengajaran agama Kristen menjadi kewajiban akademik di setiap jenjang pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi (bagi siswa/mahasiswa Kristen tentunya). Pendidikan Kristen yang pada intinya mempekenalkan Allah dan kehendak-Nya sehingga nara didik dapat melakukannya dan hidup dalam berkat-berkat Allah. Pendididikan Kristen yang dimaksud tidak hanya bertujuan untuk menanamkan ilmu secara memorized (menghafal, mengingat, mem-baca) tapi kemampuan menganalisis dan bersaksi tentang kehendak Tuhan dalam pelbagai bidang kehidupan. Peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan secara kognitif tetapi juga karakter kristiani yang sesuai dengan kehendak Kristus. Peserta didik tidak hanya pintar dalam ilmu pengetahuan tapi juga memiliki karakter yang baik yang berpadanan dengan Injil Kristus. Kita sering menyebutnya seba-gai integritas yang artinya kesatuan antara pola pikir, sikap dan tindakan dalam diri seseorang. Sebagai sumber pendidikan karakter maka firman Allah tidak hanya dipelajari dalam kelas-kelas wajib bertajuk PAK/mata pelajaran aga-ma tetapi yang terintegrasi dalam semua bidang ilmu penge-tahuan atau mata pelajaran di sekolah. Dorongan untuk membaca, mempelajari, mengenal dan melak-sanakan Firman Allah dari Paulus kepada Timotius dalam bacaan Alkitab minggu ini akan menyoroti secara khusus bagaimana Firman Allah menjadi Sumber Pembentukan Karakter. PEMBAHASAN TEMATIS Pembahasan Teks Alkitab (Exegese) Surat Paulus kepada Timotius ini dikenal sebagai surat Pastoral atau surat penggembalaan. Surat ini ditujukan untuk para pemimpin jemaat/gembala yang sedang atau akan memimpin/menggembala-kan jemaat. Selain Surat I dan II Timotius kita mengenal juga kitab Titus sebagai surat yang banyak menyorot tentang tugas pekerjaaan seorang gembala jemaat. Surat Paulus kepada Timotius merupakan surat kepada Timotius yang saat itu memimpin jemaat di Efesus (band. 1Timotius. 1:3) yang pada saat itu dipengaruhi oleh pengajar-pengajar palsu (ayat 12b, orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka disesatkan dan menyesatkan). Timotius yang lemah dan pemalu harus memimpin jemaat Efesus dengan kompleksitas permasalahannya. Paulus menulis ini dari penjara Roma dalam usia sekitar 70 tahun. Usia Timotius kira-kira 22 tahun waktu menerima surat ini. Paulus bertemu dengan Timotius dalam kebaktian pekabaran injil di Listra pada waktu Timotius berusia 15 tahun dan 7 tahun kemudian bergabung dalam pelayanan Rasul Paulus. Timotius seorang yang peka dan agak pemalu, dia diasuh dan dididik oleh neneknya Louis dan ibunya Eunike, orang Yahudi yang menjadi Kristen. Ayahnya seorang Yunani dan tidak banyak diceritakan sehingga praktis ia dibesarkan oleh pola asuh nenek dan ibunya. Merekalah orang-orang yang disebutkan Paulus (ayat 14) sebagai orang yang mengajarkan Kitab kepada Timotius sejak kecil (ayat 15). Dalam ayat 10 Paulus mengemukakan beberapa hal yang dapat dilihat Timotius dalam dirinya yaitu ajaran, cara hidup, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. Dalam 1Timotius 4:15 Paulus juga menyebutkan beberapa unsur karakter yang dapat diteladankan oleh Timotius (1Timotius 4:12b, "jadilah teladan bagi orang percaya dalam kasihmu, dalam kese-tiaanmu dan dalam kesucianmu'). Karakter yang dimiliki oleh orang percaya tidak hanya dalam kesetiaan dan kesucian tetapi juga dalam kasih. Karakteristik yang berintegritas menggambarkan keutuhan antara pikiran, perkataan dan tindakan. Bahkan Paulus pernah menyapa Timotius, "...hai manusia Allah", (1Timotius 6:11) ini tentu dimaksudkan untuk mendorong Timotius memiliki karakter Allah dalam menjalankan tugas tanggung jawabnya melayani jemaat. Paulus, memberikan semangat bahkan dengan nada mendesak menunjukkan kebenaran injil yang mereka (Paulus dan Timotius) saksikan. Segala tulisan yang diilhamkan Allah, itulah kekuatan dan wibawa mereka sebagai pemberita injil. 'Yang diilhamkan Allah' dalam Bahasa Yunani disebut theopneustos. Istilah ini sering diar-tikan 'diilhami', tetapi kata ini menunjuk kepada 'menghembuskan nafas ke dalamnya', sedangkan kata yang digunakan Paulus berarti 'dihembusi oleh Allah'. Ayat tersebut tidak hanya menegaskan sumber dan otoritas firman Allah (berasal dari Allah, hembusan nafas Allah), tetapi juga menegaskan relevansinya yang terus berlangsung, ibarat nafas yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Allah telah berbicara kepada manusia dan manusia mampu menuliskan per-kataan Allah, sehingga melalui firman yang tertulis itu Allah berbicara kepada manusia. Agar apa yang diilhamkan Allah ini dapat terus bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran, maka menjadi tugas bagi Timotius untuk menyaksikan Firman Allah tersebut. Karakter yang dibentuk melalui firman Allah sudah disebutkan di ayat 10 melalui ajaran, iman, ketekunan dan lainnya. Karakter yang dibangun berdasarkan firman Allah memampukan umat menjadi saksi bagi Kristus walau pun untuk itu ia harus menderita. Pengalaman mengabarkan injil di Antiokhia, Ikonium dan Listra (ayat 11) menyebutkan konsekuensi mengabarkan injil. Mengabarkan injil dalam arti menjadi saksi Kristus melalui karakter yang menjadi teladan dalam ajaran, ketekunan dan kesetiaan, konsekuensinya dapat berujung penderitaan bahkan kematian tetapi seperti prajurit, petani, dan lain-lain yang digambar-kan Paulus untuk Timotius menggambarkan bagaimana kekuatan firman Allah sanggup menjadikan karakter semakin berpadanan dengan injil Kristus. Timotius muda mati martir di Efesus karena berita injil. Dia yang lemah dan pemalu menjadi seorang militan Kristen yang berjuang menyampaikan firman Allah dalam kehi-dupannya. Itulah pertumbuhan karakternya yang berdasarkan pada pengalaman penderitaan pelayanan dan pengenalannya akan firman Allah. Panggilan untuk ikut menderita yang disampaikan Paulus kepadanya menjadi model karakter yang terus memanggil Timotius sampai akhir hidupnya. Makna dan Implikasi Firman Firman Allah menjadi sumber pembentukan karakter Timotius walaupun penderitaan mengikutinya. Seperti apa karakter kristiani yang dapat kita upayakan? Dengan Firman Allah yang mengingatkan Timotius menjadi teladan dalam ajaran, kesucian dan ketekunan maka kita pun diajak menguji ajaran kita, cara hidup kita dan ketekunan melakukannya. Ajaran tentang kebaikan sudah sering kita sampaikan, tetapi apakah itu berlanjut dengan cara hidup ketekunan dan kesucian? Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah dapatkah kita melihat visi dan misi yang murni dari para calon dan selanjutnya ketika terpilih visi dan misi itu benar-benar direalisasikan dalam karakter pemimpin yang melayani. Dalam hubungan dengan dunia pendidikan, masa kini diharapkan kita tidak hanya menerapkan kemampuan mengingat dan menghafal (memorized) bagi peserta didik tapi juga kemampuan menganalisis masalah kemanusiaan seperti ketidakadilan, ketidakbenaran serta persoalan-persoalan menyangkut keprihatinan dunia akan ling-kungan yang semakin rusak kualitasnya. Metode-metode belajar kita kiranya tidak hanya transfer ilmu untuk mengejar standar sekolah, tetapi terutama bagi pembentukan karakter penerus bangsa yang beriman dan berilmu. PERTANYAAN UNTUK DISKUSI: Bagaimana bagian Alkitab ini menggambarkan tentang karakter kristiani? Sejauh mana pendidikan masa kini sanggup membentuk karakter kristiani? Berikanlah contoh-contoh atau metode pengajaran yang dapat menjadikan Alkitab sebagai sumber pembentukan karakter. NAS PEMBIMBING: Mazmur 19:8-11 POKOK-POKOK DOA: Agar jemaat memahami Firman Allah oleh iman kepada Kristus sehingga tidak goyah oleh berbagai pengajaran yang menyesatkan dan berbagai bentuk penderitaan Agar karakter kristiani semakin mewarnai bentuk-bentuk pen-didikan melalui guru-guru Kristen di sekolah-sekolah mereka. TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK II NYANYIAN YANG DIUSULKAN: Kemuliaan Bagi Allah: KJ. No 7 Ya Tuhan Kami Puji Nama-Mu Besar Ses Doa Penyembahan: NNBT No.6 Allah Bapa Yang Kumuliakan Ses Pengakuan Dosa: NKB No.13 O Allahku, Jenguklah Diriku Ses Janji Anugerah Allah: NNBT No. 31 Dalam Dunia Penuh Kemelut Ses Puji-pujian: KJ No. 308 Tuhan Kau Kekal Raja Hati Kami Ses Pembacaan Alkitab: KJ.No. 54 Tak Kita Menyerahkan Persembahan: KJ No. 426 Kita Harus Membawa Berita Penutup: KJ No. 425 Berkumandang Suara Dari Seberang. ATRIBUT Warna Dasar Hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang. Label: 2 Timotius 3:10-17
Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018 1 Korintus 12:1-11(1) 1 Raja-Raja 12:16-17(1) 1 Raja-Raja 12:16-24(1) 1 Yohanes 4:7-21(1) 2 Timotius 2:1-13(1) 2 Timotius 3:10-17(2) Ayub 5:27(1) Kejadian 13:1-18(1) Kejadian 1:1-31(1) Kejadian 39:1-23(1) Kejadian 50:15(1) Kejadian 50:21(1) Kejadian 6:9-22(1) Keluaran 4:1-17(1) Kidung Agung 1:1-8(1) Kisah Para Rasul 15:33-34(1) Kisah Para Rasul 17:10-15(1) Lukas 16:10-18(1) Lukas 2:1-7(1) Maleakhi 2:10-16(1) Markus 10:13-16(1) Markus 10:35-45(1) Markus 16:1-2(1) Matius 16:21-28(1) Matius 26:47-56(1) Mazmur 71:17-24(1) Pengkhotbah 3:1-15(1) Roma 10:4-15(1) Roma 1:16-17(1) Ulangan 31:1-8(1) Yesaya 28:23-29(2) Yesaya 6:1-13(1) Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: MTPJ 12 Juni 2018 (HUT PI dan Pendidikan Kristen ke-187) - Injil Yang Menyelamatkan - Roma 1:16-17 Sebelum: RHK Sabtu, 9 Juni 2018 - Keterbatasan Pengetahuan Manusia - Ayub 5:27 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,