gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1463 kali
Download MP3 Music
MTPJ 8 - 14 Oktober 2017

TEMA BULANAN : "Mengembangkan Spiritualitas Pelayanan"
TEMA MINGGUAN : "Tuhan Melihat Hati"

Bacaan Alkitab :
1 Samuel 16:1-13
Daud diurapi menjadi raja
16:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku." 16:2 Tetapi Samuel berkata: "Bagaimana mungkin aku pergi? Jika Saul mendengarnya, ia akan membunuh aku." Firman TUHAN: "Bawalah seekor lembu muda dan katakan: Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN. 16:3 Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu, lalu Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kauperbuat. Urapilah bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu." 16:4 Samuel berbuat seperti yang difirmankan TUHAN dan tibalah ia di kota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya dengan gemetar dan berkata: "Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?" 16:5 Jawabnya: "Ya, benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN. Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengorbanan ini." Kemudian ia menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu. 16:6 Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya." 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 16:8 Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata: "Orang inipun tidak dipilih TUHAN." 16:9 Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata: "Orang inipun tidak dipilih TUHAN." 16:10 Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: "Semuanya ini tidak dipilih TUHAN." 16:11 Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari." 16:12 Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia." 16:13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.



ALASAN PEMILIHAN TEMA

Regenerasi kepemimpinan adalah suatu pengalihan tugas tanggung jawab seorang pemimpin kepada generasi berikutnya. Di lingkungan Gereja Masehi Injili di Minahasa, pemilihan pelayan khusus menjadi agenda setiap empat tahun. Gereja memberi ruang dan kesempatan bagi semua anggota sidi jemaat untuk melayani. Namun khusus jabatan pelayanan (sruktural) dibatasi dua periode berturut-turut.

Pemilihan tidak hanya melanjutkan tongkat estafet supaya program pelayanan gereja berkesinambungan. Melainkan suatu upaya pembaharuan dengan menata sistem pelayanan dan manajemen gereja yang makin dinamis menjawab kebutuhan pelayanan.

Itulah sebabnya pemilihan tidak hanya sebatas regenerasi atau peralihan periodik tetapi perwujudan kehendak Allah. Orang yang dipilih harus sesuai dengan kehendak Tuhan, memiliki karakter dan integritas kehambaan.

Gereja bertanggung jawab menyiapkan anggota sidi jemaat dalam memilih pelayan Tuhan, sehingga jemaat tidak memilih berdasarkan penampilan luar seseorang seperti paras, pera-wakan, status, jabatan, gelar, suku/etnis, harta dan kepentingan politis lainnya.

Pemberlakuan ini mengantisipasi terjadinya konflik, benturan kepentingan, perpecahan, pro dan kontra, pindah kolom atau jemaat, bahkan pindah ke "denominasi" lain karena tidak terpilih atau orang yang terpilih tidak disukai. Sekaligus membangkitkan kesadaran iman bahwa orang yang terpilih adalah pilihan TUHAN dan memiliki kualitas hati, makanya harus diterima dan didukung sepenuhnya.

Oleh sebab itu tema minggu ini adalah: TUHAN MELIHAT HATI dan ini memberikan landasan teologis Alkitabiah berkaitan dengan pemilihan sehingga jemaat dapat memilih pelayan-pelayan khusus yang memiliki kwalitas hati sesuai kehendak Tuhan.

PEMBAHASAN TEMATISPEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Raja bagi umat Israel adalah orang yang dipilih Tuhan untuk memimpin dan menyejahterakan rakyatnya. Kepemimpinan ini disebut Teokrasi. Istilah teokrasi dari kata Yunani θεοκρατία (θεος=Tuhan dan κρατειν = memerintah), yaitu sistem pemerintahan yang didasarkan pada kehendak Tuhan.

Awalnya, orang Israel menghendaki seorang raja seperti bangsa-bangsa lain. Mereka mendesak Samuel sebab ia sudah tua dan anak-anaknya tidak hidup seperti dirinya; suka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan(1 Sam 8 : 3,5).

Permintaan ini diterima kendati merupakan penolakan umat terhadap Tuhan sebagai Raja mereka (1 Samuel  8:7). Saul Bin Kishmenjadi raja pertama dengan undian (1 Samuel  10:21,24). Namun ia gagal melaksanakan tugasnya. Perawakannya yang tinggi bukanlah jaminan keberhasilan. Tindakannya bodoh karena dibelenggu oleh ketakutan dan kekuatiran. Akibatnya takhta kerajaan diambil darinya. Tuhan telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya (1 Samuel 13:13,14).

Samuel yang "membidani" lahirnya raja Israel berdukacita. "Berapa lama lagi engkau berdukacita (לבא 'abal= berkabung)? Bukankan ia telah Kutolak (סאמ ma'ac = membenci, menolak)? Ratapan Samuel tidak berkelanjutan, ia mengisi tabung tanduknya dengan minyak dan pergi ke Betlehem. Tuhan mengutusnya (Ibr: חלשׁ shalach; mengirim) kepada Isai. Di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku (ךלמ melek= raja).

Pemilihan raja dilakukan dalam upacara persembahan korban. Cara ini membebaskan Samuel dari kekuatirannya. Jika Saul mendengarnya, ia akan membunuh aku. Anggapan ini sangat beralasan, Saul dapat melakukan apa saja untuk memper-tahankan takhtanya (bnd. 1 Sam 19:1). Namun maksud sesungguhnya pemilihan dalam ibadah, supaya kehendak Tuhan yang mulia tidak dicemari dan ditunggangi oleh motivasi dan kepentingan manusia. Kalau Tuhan telah memilih sese-orang,  maka orang yang tergantikan harus menerima pilihan itu.

Proses pemilihan dilakukan secara bertahap: Samuel sebagai penyelenggara pemilihan berbuat seperti yang difirmankan Tuhan. Orang-orang diundang menghadiri upacara iniharus menguduskan diri (שׁדק qadash = menguduskan, memper-siapkan). Kata mengundang berarti tidak semua orang boleh ikut serta, hanya terbatas dan dibatasi. Mereka adalah para tua-tua kota Betlehem, Isai dan seluruh anaknya. Tanda kesediaan menerima undangan ini harus dibarengi dengan tindakan menguduskan diri, secara personal dan kolektif (persekutuan).

Satu demi satu, anak-anak Isai lewat di depan Samuel. Pertama adalah Eliab, "sungguh di hadapan Tuhansekarang berdiri yang diurapi-Nya". Penegasan ini menguatkan kesadaran beriman bahwa pemilihan berlangsung di hadapan Tuhan dan untuk Tuhan. Olehnya, orang yang memilih dan menyelenggarakan pemilihan harus bersungguh-sungguh menaati kehendak Tuhan.

Eliab memiliki penampilan yang cocok menjadi raja, tetapi Tuhan telah menolak-Nya, "janganlah pandang parasnya (הארמ mar'eh=wajah/penampilan) atau perawakan nya yang tinggi ( הבג gaboahh = lebih tinggi). Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah. Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati (Ibr = בבל lebab; Ingg =  inner man, mind, will, heart, soul =batin manusia, pikiran, kehendak, hati, jiwa). Tuhan melihat  kehendak dan  kedalaman hati seseorang. Ia melihat jauh ke dalam dan ke depan, mengetahui apa yang akan terjadi.

Ketujuh anak Isai, "Semuanya tidak dipilih Tuhan". Pemilihan ini mengutamakan pertimbangan imaniah, bukan perasaan ataupun logika. Otoritas pemilihan bergantung pada Tuhan dan bukan manusia. Pemilihan adalah hak Tuhan dan anugerah bagi manusia.

Inikah anakmu semuanya? Pertanyaan ini mencari tahu siapakah pilihan Tuhan? Si bungsu yang sedang menggem-balakan kambing dombaharus dijemput. Jamuan makan menunggu kehadirannya. Sosok gembala ini mendapatkan perlakuan khusus, ia yang terbiasa menghabis kan seluruh waktunya di alam bebas, karena menjaga, memelihara dan melindungi domba-dombanya dari binatang buas dan para pencuri. Kini dinanti kehadirannya. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Kemerah-merahan (admoni) menunjuk pada dua hal: keperkasaan (sikap kesatria/ gagah berani, tidak takut bahaya, dan rela mengorbankan diri) dan kulit yang tersengat sinar matahari/pribadi yang rajin dan suka bekerja keras. Mata yang indah adalah gambaran hati atau cerminan jiwa. Berkaitan dengan ketulusan, kejujuran, dapat dipercaya, tidak munafik, tidak menyimpan kebencian dan dendam. Paras yang elok (Ibr הפי yapheh = adil, tampan) bukan sekedar tampilan lahiriah melainkan merujuk kecantikan batiniah (inner beauty) : keluhuran budi, sederhana, rendah hati, sopan dan santun.

"Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia".Kalimat ini adalah proklamasi orang yang dipilih Tuhan. Semua orang harus menghargainya. Pengurapan dilakukan dengan cara menuang-kan minyak zaitun ke atas kepala sebagai tanda legalitas dan pemberian kuasa/otoritas dari Tuhan. Sejak hari itu berkuasalah ROH TUHAN atas Daud. Nama Daud nanti disebutkan di bagian akhir perikop ini.

Makna dan Implikasi Firman

Pemilihan didasarkan pada kehendak Allah sebagai pemilik Pelayanan dan berlangsung dalam ibadah.Setiap anggota sidi jemaatwajib menghadiri ibadah pemilihan dan bersedia  memilih dan dipilih sesuai kriteria. Gereja harus mempersiap kan warganya (menguduskan diri) melalui khotbah dan katekisasi supaya keputusan imannya tidak dicemari oleh penglihatan inderawi, keinginan pribadi/kelompokdan "asal so bapilih".

Proses Pemilihan: Landasan teologis Alkitabiah dan Yuridis (Tata gereja dan Juklak) membingkai seluruh proses (tahapan) pemilihan supaya berlangsung di hadapan Allah. Kekudusannya mulai dari pendataan, pemetaan, penetapan, pemilihan, pengisian BAP sampai pada peneguhan. Sehingga tidak ter-kesan serampangan (asal jadi), sesuka hati dan dapat dimani-pulasi/direkayasa. Tidak ada yang berniat melangkahi peraturan agar dapat memilih dan dipilih. Semua yang terlibat dalam proses kudus ini bertanggung jawab kepada Allah.

Orang yang dipilih Tuhan, disebut pelayan atau hamba Tuhan. Ia tidak boleh mendahului kehendak Tuhan, dengan menca-lonkan diri dan merasa hebat, seolah dirinyalah yang terbaik. Apa yang baik dalam pandangan manusia belum tentu di mata Tuhan. Ia melihat hati.

Inilah tipikal seorang pelayan Tuhan: sosok yang ugahari (sederhana, bersahaja), suka bekerja, mengenal dengan jelas medan pelayanan dan memiliki keluhuran budi. Bergaul akrab dengan jemaat, mengetahui kebutuhan mereka, dan rela berkorban demi pelayanan. Tidak sungkan terpapar teriknya matahari dan tetap bertahan terhadap dinginnya angin malam. Ia yakin Tuhan pasti menolongnya menghadapi tantangan pelayanan. Ia tidak menganggap dirinya istimewa. Kepercayaan ini dilakoninya  dengan mentalitas kehambaan. Ia tidak takabur dan arogan tetapi melayani sepenuh hati, sepenuh kasih, dan mau bekerja sama dengan  rekan pelayan. Ia melayani manusia untuk menyenangkan hati Tuhan, bukan mengambil keun-tungan dari pelayanannya. Ia tidak berambisi dan berkompetisi. Tetapi Tuhan mempromosikannya dan memperlengkapinya.

Menerima dan menghargai Pilihan Tuhan: Tuhan memakai suara kita untuk memilih pelayan-Nya. Karena itu penting sekali untuk memilih berdasarkan iman. Mulailah dengan doa sebelum datang ke tempat pemilihan dan mintalah petunjuk Tuhan. Sebab pandangan visual bisa subjektif dan mengaburi hakekat pemilihan. Memilih berdasarkan iman dapat mengatasi ter-jadinya konflik, perpecahan serta kekecewaan. Kita harus tunduk pada otoritas Tuhan dengan menerima dan menghargai orang yang dipilih-Nya, seperti halnya ketujuh kakak Daud. Mereka tidak kecewa dan menyepelekan adiknya yang bungsu. Orang yang terpilih tidak boleh menolak panggilan Tuhan. Keluarga dan jemaat harus menopang dan mendukungnya. Proses pemilihan harus diamini sebagai kerja Allah yang memilih pelayan-pelayan-Nya seperti perkataan Yesus: Bukan kamu,  yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16)

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

    Apa arti dan maksud Tuhan melihat hati?
    Mengapa sering terjadi konflik dalam pemilihan pelayan ? Bagaimana seharusnya pemilihan pelayan sesuai pemaknaan perikop ini ?

POKOK-POKOK DOA

    Pelaksanaan Pemilihan, Anggota sidi jemaat, Panitia Pemilihan

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK II

NYANYIAN YANG DIUSULKAN

Kemuliaan Bagi Allah: KJ No.7 Ya Tuhan, Kami Puji  Nama-Mu Besar

Ses Doa Penyembahan: NNBT No.4 Naikkan Doa Pada Allah

Pengakuan Dosa: NKB No.19 Dalam Lautan yang kelam

Janji Anugerah Allah: NNBT No.7 Mari Puji Tuhan Yesus

Puji-pujian : KJ No.13 Allah Bapa, Tuhan

Seb.Pembacaan Alkitab: Bukan Kar'na Kebaikanmu

Ses Pengakuan Iman : NNBT No. 19 Allah Besar, Agung Nama-Nya

Persembahan : KJ No. 428 Lihatlah Sekelilingmu

Nyanyian Penutup: KJ No. 319 Pada-Mu, Yesus, Kami Serahkan

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.



Label:   1 Samuel 16:1-13 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2017
1 Korintus 12:12-31(1)
1 Korintus 3:10-23(1)
1 Korintus 3:12-13(1)
1 Korintus 3:14-15(1)
1 Korintus 3:16-17(1)
1 Korintus 3:18(1)
1 Korintus 3:22-23(1)
1 Korintus 4:6-21(1)
1 Korintus 9:1-18(1)
1 Petrus 3:21(1)
1 Petrus 3:22(1)
1 Samuel 16:1-13(1)
1 Timotius 3:1-13(1)
2 Korintus 3:1-18(1)
2 Korintus 8:7-15(1)
Amos 5:10(1)
Amos 5:11(1)
Amos 5:12(1)
Amos 5:7(1)
Amos 5:8(1)
Amsal 29:1-27(1)
Ayub 2:1-13(1)
Ayub 2:13(1)
Ayub 2:3(1)
Ayub 2:4-6(1)
Ayub 2:7-8(1)
Ayub 2:9-10(1)
Efesus 4:1-16(1)
Filipi 2:1(1)
Filipi 2:1-11(1)
Filipi 2:2-3a(1)
Filipi 2:5(1)
Filipi 2:6-7(1)
Filipi 2:8(1)
Filipi 2:9-11(1)
Galatia 6:1-10(1)
Keluaran 16:24(1)
Kisah Para Rasul 21:1-9(1)
Kisah Para Rasul 2:14-16(1)
Kisah Para Rasul 2:14-40(1)
Kisah Para Rasul 2:22-24(1)
Kisah Para Rasul 2:25-28(1)
Kisah Para Rasul 2:29-32(1)
Kisah Para Rasul 2:36-40(1)
Kisah Para Rasul 2:41(1)
Kisah Para Rasul 2:41-47(1)
Kisah Para Rasul 2:42(1)
Kisah Para Rasul 2:43(1)
Kisah Para Rasul 2:44(1)
Kisah Para Rasul 2:46(1)
Kisah Para Rasul 2:47(1)
Kisah Para Rasul 6:1-7(1)
Kolose 1:24-2:5(1)
Lukas 1:26-38(1)
Lukas 22:54-62(1)
Lukas 22:55(2)
Lukas 22:56-57(1)
Lukas 22:58(1)
Lukas 22:59-60(1)
Lukas 22:61(1)
Lukas 22:62(1)
Lukas 23:35(1)
Lukas 23:36-38(1)
Lukas 23:39-40(1)
Lukas 23:41(1)
Lukas 23:42(1)
Lukas 24:1(1)
Lukas 24:3(1)
Lukas 24:36-49(1)
Lukas 24:37-40(1)
Lukas 24:4-5(1)
Lukas 24:41-43(1)
Lukas 24:44-45(1)
Lukas 24:46(1)
Lukas 24:47-48(2)
Lukas 24:49(1)
Lukas 24:6-8(1)
Lukas 24:9-10(1)
Lukas 2:41-52(2)
Lukas 2:49-50(1)
Markus 16:10(1)
Markus 16:11(1)
Markus 16:12-13(1)
Markus 16:9(1)
Markus 16:9-18(1)
Markus 1:9-11(1)
Matius 10:11(1)
Matius 10:12-13(1)
Matius 10:14-15(1)
Matius 10:5-15(1)
Matius 10:7(1)
Matius 10:8(1)
Matius 10:9-10(1)
Matius 22:15-22(1)
Matius 2:1-1(1)
Nehemia 5:1-13(1)
Nehemia 5:13(1)
Roma 4:16-25(1)
Titus 2:9-10(1)
Ulangan 10:12-13(1)
Ulangan 10:14-15(1)
Yakobus 3:13-18(1)
Yeremia 33:14-26(1)
Yesaya 42:1-9(1)
Yesaya 43:1-7(1)
Yohanes 13:1-20(1)
Yohanes 1:15-18(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ 15 - 21 Oktober 2017 - Diciptakan, Dibentuk, Ditebus, Dipanggil dan Disertai Untuk Kemuliaan Tuhan - Yesaya 43:1-7

Sebelum:
MTPJ 1 - 7 Oktober 2017 - Memilih dan Menerima Pilihan Dengan Iman - Kisah Para Rasul 6:1-7




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Pembacaan Alkitab GMIM 2017..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,