gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 480 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : "Yesus Datang Menghadirkan Kedamaian, Keadilan dan Keutuhan Ciptaan"

TEMA MINGGUAN : "Menyambut Yesus Dengan Kasih Persaudaraan"
Bahan Alkitab : Lukas 1:39-45

Maria dan Elisabet
1:39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. 1:40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. 1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, 1:42 lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. 1:43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? 1:44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. 1:45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."


Penjelasan:
* Percakapan antara Maria dan Elisabet; Nyanyian Pujian Maria (1:39-56)
    Di sini kita menyimak percakapan antara dua ibu yang berbahagia, Elisabet dan Maria. Malaikat membuka kesempatan terjadinya perjumpaan di antara kedua orang ini dengan memberi tahu Maria tentang berkat yang dilimpahkan kepada sanaknya, Elisabet (ay. 36). Kadang-kadang memang baik kalau kita bisa melayani dengan mempertemukan orang-orang saleh bersama-sama, supaya mereka bisa bertukar pengalaman.

    Beginilah catatannya:
    I. Maria melakukan kunjungan kepada Elisabet. Usia Maria lebih muda daripada Elisabet, demikian pula dengan usia kandungannya. Oleh karena itu, bila mereka berdua perlu berjumpa, akan lebih pantas bila Marialah yang melakukan perjalanan, dan bukannya bersikeras memandang tingginya martabat bayi yang sedang dikandungnya (ay. 39). Ia berangkat, meninggalkan semua urusannya guna mengurus hal yang lebih besar ini: Pada waktu itu, pada masa itu (seperti yang lazim dijelaskan, Yer. 33:15; 50:4), satu atau dua hari setelah malaikat itu mengunjunginya, ia mengambil waktu sejenak, seperti yang bisa diduga, untuk beribadah, atau langsung bergegas menuju rumah sepupunya, di mana ia bisa mempunyai banyak waktu luang dan memperoleh pertolongan yang lebih baik, di tengah-tengah keluarga seorang imam. Ia pergi, meta spoudés -- dengan berhati-hati, gigih, dan cepat. Tidak seperti kebiasaan orang-orang muda yang bepergian dan mengunjungi teman-temannya hanya untuk menghibur diri, ia melakukannya untuk mendapat pengajaran. Ia pergi ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Daerah di pegunungan ini tidak disebut namanya, namun dengan cara membandingkan penjelasan ini dengan Yosua 21:10-11, tampaknya daerah yang dituju adalah Hebron, karena dalam Kitab Yosua itu ada dikatakan di pegunungan Yehuda, kota para imam, anak-anak Harun. Ke sanalah Maria bergegas, meskipun perjalanan itu adalah perjalanan yang jauh, sampai berkilo-kilo meter jauhnya.
        . Menurut perkiraan Dr. Lightfoot, waktu itu Maria akan mengandung Juruselamat kita di Hebron. Mungkin ini yang diisyaratkan oleh malaikat, atau dengan cara tertentu lainnya, dan karena itu ia segera menuju ke sana. Dr. Lightfoot menduga kota itu mungkin Silo dari suku Yehuda. Keturunan Daud harus dikandung di salah satu kota Yehuda, kota Daud, karena Ia harus dilahirkan di Betlehem, sebuah kota yang juga menjadi milik suku Yehuda. Di Hebronlah janji itu diberikan kepada Ishak, di sana jugalah hukum sunat mulai dilembagakan. Di sinilah (tutur Dr. Lightfoot), Abraham memperoleh tanah pertamanya, dan untuk pertama kalinya Daud dimahkotai. Di sini juga dimakamkan tiga pasang suami-istri, Abraham dan Sara, Ishak dan Ribka, Yakub dan Lea, dan menurut kata orang dahulu, juga Adam dan Hawa. Karena itu Dr. Lightfoot berpendapat bahwa hal itu sangat cocok sekali dengan keselarasan dan kesepakatan yang digunakan Allah di dalam karya-Nya bahwa janji-Nya itu harus dimulai dengan dikandungnya Sang Mesias di antara nenek moyang yang memperoleh janji itu. Saya melihat tidak ada yang mustahil dalam dugaan tersebut, namun saya mau tambahkan yang berikut ini untuk mendukung dugaan tersebut, yaitu apa yang dikatakan oleh Elisabet (ay. 45). Sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana; seakan janji itu belum terlaksana pada saat itu, namun akan dilaksanakan di sana.
        . Secara umum dianggap bahwa keberangkatan Maria ke sana adalah untuk meneguhkan imannya sesuai dengan tanda yang diberikan malaikat kepadanya, bahwa Elisabet, sanaknya, juga sedang mengandung seorang anak laki-laki, dan bahwa ia ingin bersukacita atas kemurahan yang diterima saudara sepupunya ini. Selain itu, mungkin ia pergi ke sana dengan maksud agar dapat menghindari orang banyak, karena di sana ia akan lebih mendapat teman yang cocok daripada yang bisa ia peroleh di Nazaret. Kita bisa menduga ia tidak memberi tahu seorang pun di Nazaret tentang berita yang telah ia terima dari sorga, meskipun sebenarnya ia sangat ingin membicarakan hal yang sudah ribuan kali dipikirkannya itu dengan orang lain; namun ia tidak mengenal seorang pun yang bisa ia ajak bicara dengan bebas tentang hal itu, selain sepupunya, Elisabet. Karena itulah ia bergegas ke sana. Perhatikanlah, akan sangat bermanfaat dan nyaman bagi mereka yang mendapatkan karya anugerah di dalam hati mereka, dan Kristus yang bekerja di sana, untuk berbincang-bincang dengan seorang yang menghadapi kasus serupa, sehingga mereka bisa saling berbagi pengalaman; dan mereka akan mendapati bahwa sama seperti ikan bertemu air, begitu pula hati berpadanan dengan hati, orang Kristen dengan orang Kristen.
    II. Pertemuan antara Maria dan Elisabet. Maria memasuki rumah Zakharia, namun berhubung Zakharia telah menjadi bisu dan tuli, Zakharia tetap tinggal di dalam kamarnya, dan mungkin tidak mau berjumpa dengan siapa pun. Oleh karena itu, Maria memberi salam kepada Elisabet (ay. 40), dan berkata bahwa ia datang untuk mengunjunginya, untuk mengetahui keadaannya, dan bersuka bersamanya di dalam sukacitanya.

    Nah, begitu berjumpa, demi menegaskan iman mereka berdua, terjadilah sesuatu yang luar biasa. Maria mengetahui bahwa Elisabet sedang mengandung seorang anak, tetapi tidak tampak tanda apa pun bahwa Elisabet telah diberi tahu apa pun tentang Maria sepupunya, bahwa dia telah ditentukan untuk menjadi ibu Sang Mesias; dan karena itu apa yang ia ketahui bisa dipastikan berasal dari sebuah penyataan, yang menjadi dorongan besar bagi Maria.

        . Maka melonjaklah anak yang di dalam rahimnya (ay. 41).

        Mungkin saja Elisabet telah beberapa minggu memasuki tahap bisa merasakan gerakan janinnya (karena telah hamil selama enam bulan), dan bahwa ia telah sering merasakan gerakan anak itu di dalam rahimnya, tetapi gerakan kali ini lebih daripada biasanya, yang memberinya peringatan untuk menantikan sesuatu yang luar biasa, eskirtēse. Ini kata sama yang digunakan oleh Septuaginta untuk menerjemahkan kisah Yakub dan Esau yang saling bertolak-tolakan di dalam rahim Ribka (Kej. 25:22), dan untuk menerjemahkan gunung-gunung yang melompat-lompat (Mzm. 114:4). Bayi itu melonjak seolah-olah memberi isyarat kepada ibunya, bahwa ia sekarang berjumpa dengan Dia, untuk Siapa ia menjadi pendahulu, sekitar enam bulan dalam pelayanan, sebagaimana juga dalam keberadaannya. Bisa juga hal itu merupakan pengaruh kuat yang ditujukan untuk sang ibu. Sekaranglah saatnya apa yang dikatakan oleh malaikat itu kepada ayahnya mulai digenapi (ay. 15), bahwa ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. Dan mungkin Yohanes sendiri mempunyai kaitan dengan hal ini, ketika kemudian ia berkata, "Tetapi sahabat mempelai laki-laki sangat bersukacita, karena mendengar suara mempelai laki-laki itu" (Yoh. 3:29), meskipun saat itu bukan dia yang mendengarnya secara langsung, melainkan ibunya.

        . Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, atau Roh nubuat, dan oleh Roh inilah, dan juga dengan ilham yang diberikan Roh, ia diberi pemahaman bahwa Sang Mesias hadir di situ. Di dalam Dia nubuat akan dibangkitkan kembali dan karena Dia Roh Kudus akan dicurahkan dengan lebih limpah dibandingkan dengan masa sebelumnya, sesuai dengan harapan mereka yang menantikan penghiburan bagi Israel. Gerakan bayi yang tidak seperti biasanya di dalam rahimnya ini merupakan tanda adanya emosi yang luar biasa di dalam jiwa Elisabet karena gerakan ilahi. Perhatikanlah, mereka yang mendapat lawatan penuh rahmat dari Kristus akan mengetahui lawatan ini dengan dipenuhinya mereka dengan Roh Kudus; karena, jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
    III. Ucapan selamat datang yang disampaikan oleh Elisabet melalui Roh Nubuat kepada Maria, ibu Tuhan kita. Ucapan ini disampaikan bukan seperti kepada seorang teman biasa yang sedang melakukan kunjungan biasa, tetapi seperti kepada orang yang akan melahirkan Mesias.
        . Elisabet mengucapkan selamat kepada Maria atas kehormatan yang diterimanya, meskipun ia belum pernah mengetahui hal itu sebelum ini. Ia mengucapkannya dengan penuh keyakinan dan kegembiraan. Ia berseru dengan suara nyaring, bukan karena ada lantai atau tembok di antara mereka (seperti yang dipikirkan sebagian orang), tetapi karena ia sedang hanyut dalam sukacita yang meluap-luap, dan tidak peduli kalau orang sampai mendengarnya. Ia berseru, "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan," kata-kata sama seperti yang diucapkan oleh malaikat (ay. 28); karena memang demikianlah kehendak Allah mengenai menghormati Sang Anak, bahwa itu harus terjadi di bumi seperti di dalam sorga. Namun, Elisabet menambahkan sebuah alasan lagi, oleh karena itu, "Diberkatilah engkau sebab diberkatilah buah rahimmu." Jadi Maria layak memperoleh kehormatan istimewa ini. Elisabet sudah jadi istri seorang imam selama bertahun-tahun, namun ia tidak merasa iri bahwa Maria, saudara sepupunya, yang jauh lebih muda daripadanya, yang dalam segala hal lebih rendah daripadanya, akan mendapatkan kehormatan untuk mengandung dalam keadaan masih perawan, dan menjadi ibu Sang Mesias. Meskipun kehormatan yang diperolehnya lebih sedikit, namun Elisabet bersukacita di dalamnya; ia merasa puas, sama seperti anaknya kelak, bahwa Maria yang datang kemudian daripadanya lebih tinggi daripadanya (bdk. Yoh. 1:27). Perhatikanlah, kita harus mengakui bahwa kita memperoleh lebih banyak kemurahan Allah daripada yang layak kita peroleh, jadi karena itu, dengan alasan apa pun janganlah merasa iri bila orang lain lebih banyak memperoleh kemurahan Allah daripada kita.
        . Elisabet mengakui ketidaklayakannya atas kunjungan Maria ini (ay. 43): "Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?"

        Perhatikanlah:

            (1) Ia memanggil perawan Maria dengan sebutan ibu Tuhanku (seperti Daud oleh pimpinan Roh menyebut Sang Mesias Tuannya), karena ia mengetahui bahwa Dia akan menjadi Tuhan semua orang.
            (2) Ia tidak hanya menyambut Maria ke rumahnya, sekalipun mungkin Maria datang sebagai orang kecil, namun bahkan menganggap kunjungan Maria itu sebagai suatu kehormatan besar, sehingga ia menganggap dirinya tidak layak. Siapakah aku ini? Ini sungguh-sungguh, dan bukan sekadar basa-basi ketika ia berkata, "Ini suatu kehormatan besar melebihi yang dapat aku harapkan." Perhatikanlah, mereka yang penuh dengan Roh Kudus bersikap rendah hati mengenai kebaikan mereka sendiri, dan sangat meninggikan anugerah Allah. Anaknya Yohanes Pembaptis, mengakui dengan cara yang sama ketika ia berkata, "Engkau yang datang kepadaku?" (Mat. 3:14).
        . Elisabet memberi tahu Maria mengenai apa yang terjadi dengan bayi dalam kandungannya saat ia menyambut Maria (ay. 44): "Engkau pasti membawa kabar yang istimewa, berkat yang luar biasa bersamamu; sebab, ketika salammu sampai kepada telingaku, bukan hanya hatiku melonjak kegirangan, meskipun aku tidak segera mengetahui mengapa atau untuk apa, namun anak yang di dalam rahimku, yang belum tahu apa-apa, turut bergirang." Ia melonjak kegirangan karena Sang Mesias, yang bagi-Nya ia menjadi seorang pendahulu, akan segera datang setelah dia. Kejadian ini akan sangat menguatkan iman si anak dara itu, karena kepastian yang sedemikian itu telah diberitahukan kepada orang lain, dan hal ini merupakan bagian penggenapan dari apa yang telah sering diberitahukan sebelumnya, bahwa akan ada kesukaan di seluruh bumi di hadapan Tuhan, ketika Ia datang (Mzm. 98:8-9).
        . Elisabet memuji iman Maria, dan menguatkan dia (ay. 45): "Berbahagialah ia, yang telah percaya." Jiwa yang percaya adalah jiwa yang berbahagia, dan akan seperti itu sampai pada akhirnya. Keberkatan ini datang melalui imannya, bahkan berkat ini berkaitan dengan Kristus, untuk membiarkan Dia terbentuk di dalam jiwa. Berbahagialah mereka yang percaya kepada firman Allah, karena Firman-Nya tidak akan mengecewakan mereka; tak diragukan lagi, apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana. Kepastian bahwa Ia tidak akan melanggar janji-janji-Nya itu sungguh mendatangkan kebahagiaan tak terkira bagi siapa saja yang membangun di atasnya dan berharap darinya. Kesetiaan Allah merupakan keberkatan bagi iman orang-orang kudus. Mereka yang telah mengalami kegenapan janji Allah harus menguatkan orang lain untuk tetap berharap agar firman Allah juga tergenapi dalam hidup mereka, "Aku hendak menceritakan kepadamu apa yang dilakukan-Nya terhadap jiwaku."
    IV. Nyanyian pujian Maria atas kejadian ini. Nubuat Elisabet merupakan gema atas salam yang disampaikan oleh Perawan Maria, dan sebaliknya nyanyian Maria ini menggemakan kembali nubuat Elisabet tadi, dan menunjukkan bahwa ia juga penuh dengan Roh Kudus seperti Elisabet. Pastilah si dara yang terberkati ini sangat lelah akibat perjalanannya; namun, ia melupakannya, dan bangkit semangatnya oleh kehidupan baru, kekuatan, dan sukacita begitu kebenaran imannya diteguhkan. Karena itulah, penyataan dan sukacita besar yang datang dengan tiba-tiba ini menyadarkannya bahwa ia memang ditugaskan untuk datang ke rumah sepupunya itu, dan sekalipun merasa lelah, seperti si hamba Abraham itu, ia tidak akan makan atau minum sebelum pesan yang dibawanya disampaikan.
        . Inilah ungkapan sukacita dan pujiannya, dan hanya Allah saja yang menjadi tujuan pujian dan pusat sukacitanya. Beberapa orang membandingkan nyanyian ini dengan nyanyian sukacita Miryam, saudara perempuan Musa yang namanya mirip dengan Maria, ketika merayakan keberangkatan bangsa Israel keluar dari Mesir dan ketika berhasil melintasi Laut Teberau dengan selamat. Ada juga yang berpendapat lebih baik nyanyian ini dibandingkan dengan nyanyian Hana yang dipersembahkan untuk kelahiran Samuel, karena kelahirannya, seperti kelahiran Yesus, merupakan berkat keluarga yang kemudian turun menjadi berkat bagi banyak orang. Nyanyian Maria ini, seperti nyanyian Hana, dimulai dengan, "Hatiku bersukaria karena TUHAN" (1Sam. 2:1). Amatilah di sini bagaimana Maria berbicara tentang Allah.
            (1) Dengan penuh rasa hormat yang mendalam kepada-Nya, sebagai Tuhan, "Jiwaku memuliakan Tuhan; tidak pernah aku melihat keagungan-Nya seperti sekarang ini ketika aku mendapati betapa baiknya Ia." Perhatikanlah, hanya mereka yang sungguh-sungguh telah menikmati rahmat belas kasihan-Nya yang bisa berpikir betapa tinggi dan mulianya Allah itu; sedangkan mereka yang makmur dan berkedudukan tinggi akan berkata, "Yang Mahakuasa itu apa, sehingga kami harus beribadah kepada-Nya?" Semakin Allah meninggikan kita dengan berbagai cara, kita harus semakin tekun mempelajari kemuliaan apa yang bisa kita berikan kepada-Nya; dengan demikian kita dapat memuliakan Allah, ketika jiwa kita dan semua yang ada di dalam kita memuliakan Dia. Memuji harus menjadi pekerjaan jiwa.
            (2) Dengan rasa puas yang luar biasa di dalam Dia sebagai Juruselamatnya, "Hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku." Tampaknya hal ini berkaitan dengan Sang Mesias, yang untuk-Nya ia akan menjadi seorang ibu. Ia menyebut-Nya Allah Juruselamatnya, karena malaikat telah mengatakan bahwa Dia akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi, dan Nama-Nya akan disebut Yesus, Sang Juruselamat. Inilah yang dipegangnya erat-erat bagi dirinya: Dia adalah Allah Juruselamatku. Bahkan ibu Tuhan kita memerlukan Dia sebagai Juruselamatnya, karena ia pun akan binasa tanpa Dia. Ia lebih bersukacita atas kebahagiaan keselamatan yang akan dimilikinya bersama orang-orang percaya lainnya, melebihi kebahagiaan menjadi seorang ibu bagi-Nya, sekalipun ini merupakan kehormatan khusus bagi dia. Dan memang hal ini cocok dengan kehendak Kristus yang meninggikan orang-orang percaya yang taat melebihi ibu dan saudara-saudara-Nya (Mat. 12:50; Luk. 11:27-28). Perhatikanlah, mereka yang memiliki Kristus sebagai Allah dan Juruselamat mereka akan memiliki banyak alasan untuk bergembira, bergembira di dalam Roh, seperti yang dilakukan Kristus (Luk. 10:21), dengan sukacita rohani.
        . Inilah yang membuat Maria bersuka dan memuji Allah.
            (1) Karena keadaannya sendiri (ay. 48-49).
                [1] Hatinya bergembira karena Tuhan, atas semua kebaikan yang telah Dia lakukan kepadanya; atas kemurahan dan rahmat-Nya kepadanya. Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya; maksudnya Ia memandangnya dengan penuh rasa kasihan, seperti yang umum diartikan. "Ia telah memilih aku untuk kehormatan ini, meskipun aku ini sangatlah rendah, miskin, dan tidak dikenal." Ungkapannya ini bahkan menyatakan lebih dari itu lagi (seperti Gideon di dalam Hakim-hakim 6:15), bahwa bukan hanya kaumnya adalah yang paling kecil dan miskin di antara suku Yehuda, namun ia pun seorang yang paling muda di antara kaum keluarganya, seolah-olah ia yang tercela dan terhina di antara kaum kerabatnya, terabaikan dan terbuang dari kaum keluarganya. Namun, Allah melimpahkan segala kehormatan ini kepadanya, ganti segala kehinaannya itu. Saya lebih suka dengan tafsiran seperti ini, karena kehormatan yang demikian juga dialami oleh orang-orang dalam keadaan yang sama. Karena Allah melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya (Kej. 29:31). Karena Hana selalu disakiti hatinya agar ia menjadi gusar, dan ia juga dihina oleh Penina, maka Allah menganugerahkan seorang anak (1Sam. 1:19). Kepada mereka yang ditekan dan dipandang rendah secara semena-mena, adakalanya Allah akan melakukan sesuatu dengan penuh rahmat kepada mereka, khususnya bila mereka menanggungnya dengan sabar, sukarela, dan pantang mundur (Hak. 11:7). Demikian juga halnya dengan kasus Maria ini. Bila Allah memperhatikan kerendahannya, maka dengan demikian Allah bukan saja memberikan contoh tentang kemurahan-Nya kepada seluruh umat manusia, dengan mengingat kerendahan mereka, seperti yang dikatakan oleh pemazmur (Mzm. 136:23), tetapi juga menjamin kehormatan yang kekal baginya (karena kehormatan yang dianugerahkan Allah adalah kehormatan yang tidak akan sirna), "Mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, akan memandangku sebagai perempuan yang berbahagia dan sangat ditinggikan." Semua orang yang memiliki Kristus dan Injil-Nya akan berkata, "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau" (Luk. 11:27). Elisabet pernah dan sekali lagi menyebutnya diberkati. Maria menambahkan, "Namun itu belum semuanya. segala keturunan, baik bangsa bukan Yahudi maupun Yahudi akan menyebut aku demikian."
                [2] Jiwanya memuliakan Tuhan, karena perbuatan-perbuatan besar yang telah dilakukan Allah baginya (ay. 49): "Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku." Sebuah perbuatan yang sungguh besar, bahwa seorang perawan akan mengandung. Sebuah perbuatan yang sungguh besar, bahwa Sang Mesias, yang telah begitu lama dijanjikan kepada umat-Nya, dan begitu lama diharapkan oleh umat-Nya, tidak lama lagi akan dilahirkan. Kuasa dari Yang Mahatinggi telah menampakkan diri. Maria menambahkan, "dan nama-Nya adalah kudus." Begitu juga yang dinyanyikan oleh Hana, Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, yang kemudian dijelaskannya dalam kata-kata berikutnya, "sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau" (1Sam. 2:2). Allah adalah satu keberadaan pada diri-Nya sendiri, dan Ia menampakkan keberadaan-Nya, khususnya dalam karya penebusan kita. Ia yang adalah mahakuasa, Ia yang nama-Nya bahkan adalah kudus, telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku. Hal-hal yang mulia dapat diharapkan dari Dia yang adalah baik mahakuasa maupun kudus, yang sanggup melakukan segala sesuatu, dan melakukannya dengan baik untuk tujuan yang terbaik.
            (2) Karena keadaan orang lain. Perawan Maria, sebagai ibu Sang Mesias, ditentukan untuk menjadi semacam tokoh publik. Ia memiliki watak publik, dan karena itu ia diperlengkapi dengan semangat yang lain, semangat yang lebih bersifat publik dibandingkan dengan yang sebelumnya dimiliki. Oleh sebab itu ia berpandangan keluar, memandang di sekitar dirinya sendiri, memandang hal-hal di depan dirinya, serta memperhatikan berbagai cara Allah menangani anak-anak manusia (ay. 50 dst.), seperti Hana (1Sam. 2:3 dst.). Karena itu, pandangannya tertuju kepada kedatangan Sang Penebus dan Allah yang menampakkan diri-Nya sendiri dalam karya keselamatan itu.
                [1] Merupakan sebuah kebenaran yang pasti bahwa Allah menyimpan rahmat yang berkelimpahan dan menyediakannya bagi semua yang memiliki rasa hormat yang mendalam bagi keagungan-Nya, serta menghormati kedaulatan dan kekuasaan-Nya. Namun, belum pernah rahmat-Nya datang kepada kita seperti ketika Ia mengutus Anak-Nya ke dunia ini untuk menyelamatkan kita (ay. 50): Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia, dan akan selalu seperti itu. Dengan mata rahmat Ia selalu memandang mereka yang mencari Dia dengan mata takut dan hormat seorang anak. Namun, Ia telah mewujudkan rahmat yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan mengutus Anak-Nya untuk membawa sebuah kebenaran kekal, untuk mengerjakan karya keselamatan kekal bagi mereka yang takut akan Dia. Rahmat ini berlangsung turun-temurun, karena ada pemberitaan Injil yang disampaikan turun-temurun sampai selama-lamanya. Mereka yang takut akan Allah, sebagai Pencipta dan Hakim mereka, didorong untuk mengharapkan rahmat-Nya, melalui Pengantara dan Pembela mereka. Di dalam Sang Pengantara dan Pembela kita itu rahmat diberikan kepada mereka yang takut akan Allah, rahmat pengampunan, rahmat kesembuhan, rahmat untuk diterima oleh-Nya, rahmat untuk dimuliakan, turun-temurun selama dunia ini ada. Di dalam Kristus Ia menyediakan rahmat bagi banyak orang.
                [2] Kita selalu bisa menyaksikan bahwa Allah dalam pemeliharaan-Nya mendatangkan penghinaan kepada orang yang tinggi hati dan meninggikan orang yang rendah hati. Hal ini telah terjadi secara luar biasa di dalam keseluruhan karya penebusan umat manusia. Demikianlah dengan menyatakan rahmat-Nya kepada Maria, Allah juga menunjukkan diri-Nya sebagai Yang Mahakuasa (ay. 48-49). Dengan rahmat-Nya bagi mereka yang takut akan Dia, Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya.
                    Pertama, dalam pemeliharaan-Nya, sudah merupakan cara yang lazim bila Ia mematahkan pengharapan orang, dan melakukan sesuatu yang berlawanan dari yang telah mereka janjikan kepada diri sendiri. Orang yang sombong berharap bisa melakukan segalanya dengan menggunakan cara dan kehendak mereka sendiri, namun Ia mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya, mematahkan ukuran-ukuran mereka, menghancurkan proyek-proyek mereka, dan merendahkan mereka serendah-rendahnya melalui nasihat dan pendapat mereka sendiri yang mereka anggap akan membawa kemajuan dan kemapanan bagi mereka. Orang-orang yang berkuasa ingin mengamankan takhta mereka dengan kekuatan sendiri, namun Ia menurunkan mereka, dan menjungkirbalikkan takhta mereka. Sebaliknya, mereka yang rendah dan yang berada dalam keputusasaan untuk meningkatkan diri mereka sendiri, dan tidak ada yang dipikirkan selain tetap berada di dalam keadaan rendah, akan ditinggikan secara ajaib. Seperti halnya kehormatan, kekayaan juga demikian adanya. Bagi mereka yang begitu miskin sehingga tidak memiliki makanan untuk diri sendiri dan keluarga mereka, Pemeliharaan Ilahi yang mengherankan melimpahkan segala yang baik. Sebaliknya, mereka yang kaya dan selalu berpikir bahwa hari esok pasti akan sama seperti hari ini, bahwa gunung perlindungan mereka akan tetap kokoh berdiri dan tidak akan pernah beranjak, dengan cara yang aneh tiba-tiba jatuh miskin, dan disuruh pergi dengan tangan hampa. Hal ini juga yang diungkapkan Hana di dalam nyanyiannya sehubungan dengan masalahnya dan musuhnya (1Sam. 2:4-7). Masalahnya melukiskan hal ini dengan jelas (bdk. Mzm. 107:33-41; 113:7-9, dan Pkh. 9:11). Allah sangat suka mengecewakan harapan mereka yang menjanjikan perbuatan-perbuatan besar bagi diri sendiri di dunia ini, dan Ia mengabulkan harapan mereka yang hanya menjanjikan sedikit kepada diri mereka. Sebagai Allah yang benar, Ia merendahkan mereka yang meninggikan diri, dan memukul mereka yang merasa diri aman-aman saja. Allah yang baik, merupakan kesukaan-Nya untuk meninggikan mereka yang rendah hatiya, serta menghibur mereka yang takut akan Dia.
                    Kedua, hal ini tampak jelas dalam cara-cara anugerah Injil bekerja.
                        . Dalam mencurahkan kehormatan-kehormatan rohani. Ketika orang-orang Farisi yang sombong ditolak, dan para pemungut cukai dan orang-orang berdosa masuk ke dalam Kerajan Sorga di hadapan mereka; ketika orang-orang Yahudi yang sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran tidak memperoleh kebenaran itu, sementara bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran (Rm. 9:30-31); ketika Allah tidak memilih orang yang bijak menurut ukuran manusia, orang yang berpengaruh, atau orang yang terpandang untuk mengabarkan Injil dan menanam benih Kekristenan di dunia ini, tetapi justru memilih apa yang bodoh dan lemah bagi dunia, serta apa yang dipandang hina (1Kor. 1:26-27); saat itulah Ia mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya, dan menurunkan orang-orang yang berkuasa, dan meninggikan orang-orang yang rendah. Yang congkak dicerai-beraikan dan yang rendah ditinggikan ketika tirani imam-imam kepala dan tua-tua diruntuhkan, setelah sekian lama memerintah atas umat warisan Allah dan mau berharap untuk memerintah terus. Yang congkak dicerai-beraikan dan yang rendah ditinggikan ketika murid-murid Kristus, kawanan nelayan miskin yang dipandang rendah diperlengkapi dengan kuasa dan didudukkan di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Yang congkak dicerai-beraikan dan yang rendah ditinggikan ketika kekuasaan keempat kerajaan dihancurkan, dan Kerajaan Mesias, yang adalah batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia, dibuat Allah memenuhi bumi.
                        . Dalam mencurahkan kekayaan rohani (ay. 53).
                            (1) Mereka yang melihat kebutuhan mereka akan Kristus dan sangat merindukan kebenaran dan kehidupan di dalam Dia, akan dilimpahi segala yang baik, bahkan yang terbaik, yang diberikan dengan cuma-cuma kepada mereka, dan mereka akan dikenyangkan dengan berkat yang diberikan-Nya. Mereka yang letih lesu dan berbeban berat akan mendapat kelegaan bersama Kristus. Mereka yang haus diundang untuk datang kepada-Nya dan minum. Hanya orang-orang yang demikianlah yang mengetahui bagaimana menghargai anugerah-Nya. Bagi orang yang lapar segala yang pahit terasa manis, manna adalah makanan malaikat; dan bagi yang haus air biasa akan terasa seperti madu dari bukit batu.
                            (2) Mereka yang kaya, mereka yang tidak merasa lapar, yang sama seperti jemaat di Laodikia mengira tidak memerlukan apa-apa, dipenuhi oleh diri dan kebenaran mereka sendiri, dan mengira bahwa mereka tidak kekurangan apa-apa di dalam diri mereka sendiri. Orang-orang seperti inilah yang diusir-Nya dari pintu-Nya, mereka tidak diizinkan masuk oleh-Nya. Ia menyuruh mereka pergi dengan tangan hampa. Mereka datang penuh dengan diri sendiri dan disuruh pergi dengan tangan hampa tanpa Kristus. Ia menyuruh mereka pergi kepada dewa-dewa yang mereka sembah, kepada kebenaran dan kekuatan mereka sendiri yang mereka percayai.
                [3] Sejak dahulu Sang Mesias diharapkan dengan cara yang khusus menjadi kekuatan dan kemuliaan bagi umat-Nya Israel, dan memang demikianlah Ia adanya (ay. 54): Ia menolong Israel, hamba-Nya, antelabeto. Ia telah menarik mereka dengan tangan-Nya, dan menolong mereka bangkit dari kejatuhan mereka saat mereka tidak bisa menolong diri sendiri. Mereka terpuruk di bawah beban kovenan lama yang berdasarkan ketaatan pada Taurat dan dibangkitkan kembali melalui berkat-berkat kovenan anugerah yang telah diperbarui. Pengutusan Sang Mesias, tumpuan pertolongan bagi orang-orang berdosa yang malang, adalah kebaikan terbesar yang bisa dilakukan, bantuan terbesar yang bisa diberikan kepada umat-Nya Israel, dan yang semakin menunjukkan hal ini adalah:
                    Pertama, ini merupakan peringatan akan rahmat-Nya sifat-Nya yang penuh rahmat, rahmat yang disediakan-Nya bagi hamba-Nya Israel. Sementara berkat ini ditangguhkan, umat-Nya yang menanti-nantikan berkat itu sering bertanya-tanya, "Apakah Allah telah lupa bermurah hati?" Namun, sekarang Ia menyatakan bahwa Ia tidak lupa, Ia tetap mengingat rahmat-Nya. Ia ingat akan rahmat-Nya yang terdahulu, dan mengulanginya dalam bentuk berkat-berkat rohani, yang dahulu diberikan-Nya dalam bentuk berkat-berkat jasmani. Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala. Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut, keluar dari Mesir? (Yes. 63:11). Ia akan melakukan yang seperti itu lagi, yaitu apa yang dilambangkan dengan peristiwa di Mesir itu.
                    Kedua, bahwa ini adalah penggenapan janji-Nya. Sebuah rahmat yang tidak hanya dirancang begitu saja, namun juga diumumkan (ay. 55), seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita. Keturunan perempuan itu akan meremukkan kepala ular itu, Allah akan tinggal di dalam kemah-kemah Sem, dan khususnya kepada Abraham, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat, berkat yang terbaik, berkat yang kekal. Berkat ini akan turun kepada keturunannya yang kekal, yaitu keturunan rohaninya, karena keturunan jasmaninya tidak lama lagi akan terputus. Perhatikanlah, apa yang difirmankan Allah akan dilaksanakan-Nya. Apa yang difirmankan-Nya kepada nenek moyang mereka akan digenapi-Nya di dalam keturunan mereka, dengan berkat-berkat yang kekal.
                    Terakhir, Maria kembali ke Nazaret (ay. 56), setelah ia tinggal bersama Elisabet sekitar tiga bulan lamanya, cukup lama sampai ia merasa yakin perihal dirinya bahwa ia benar-benar mengandung, serta mendapat penegasan dari saudara sepupunya, Elisabet. Beberapa orang berpendapat bahwa meskipun di sini dikatakan bahwa Maria pulang sebelum Elisabet melahirkan, ini hanyalah karena penulis Injil ini ingin mengakhiri kisah tentang Maria sebelum melanjutkan kisah mengenai Elisabet. Mungkin Maria masih tinggal bersama saudara sepupunya itu, walaupun tidak terus-menerus. Dengan kata lain, mungkin ia mondar-mandir ke tempat sepupunya itu. Dengan begitu Maria dapat melayani Elisabet dan menemaninya ketika tiba saatnya untuk bersalin, serta meneguhkan imannya sendiri melalui penggenapan janji Allah kepada Elisabet. Namun, kebanyakan orang terpaku pada kisah seperti yang tertulis, dan memperkirakan bahwa ia pulang ke rumahnya ketika Elisabet sudah dekat bersalin, karena ia masih ingin menyendiri, dan karena itu ia tidak hadir pada saat kelahiran anak perjanjian ini, yang akan menarik banyak orang untuk datang ke rumah itu pada saat kelahirannya. Mereka yang memiliki Kristus di dalam hati akan lebih bersukacita dalam duduk sendiri dan berdiam diri.

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Pada dasarnya manusia selalu suka untuk hidup dalam perdamaian, ketentraman, yang ditandai oleh relasi yang saling menghormati antar orang, antar kelompok masyarakat, antar bangsa dan sebagainya. Tapi dalam berbagai ting-katannya, perdamaian sulit terjadi karena adanya perbedaan pendapat, sikap atau kepentingan yang tidak ditangani dengan baik sehingga terjadi perselisihan atau konflik. Konflik berke-panjangan dapat menyuburkan kebencian dan dendam sehingga terciptalah tembok pemisah yang membuat manusia sulit untuk bertemu, berdialog, demi mencari solusi bersama atas suatu masalah. Di tengah keadaan ini, nilai kasih persaudaraan menjadi kebutuhan bersama.

Dihubungkan dengan peringatan masa Adven, kasih persaudaraan kerap menjadi semangat spiritual di masa ini, khususnya ketika dikaitkan dengan persiapan untuk mem-peringati Natal Yesus Kristus. Di sini kita mensyukuri kasih persaudaran di antara manusia yang bersumber dari kasih Allah yang datang melawat dunia melalui Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus. Sebagaimana Allah yang mencurahkan kasih-Nya kepada kita, maka kita perlu menyambut kedatangan Kristus dengan nilai dan semangat kasih persaudaraan.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Pada bagian Lukas 1:39-45 diangkat pertemuan Maria dan Elisabet, dua orang perempuan yang sedang menjalani masa kehamilan dan memiliki hubungan darah sebagai sepupu. Elisabet adalah isteri dari Zakaria, seorang imam yang bertugas di bait suci. Keduanya hidup benar di hadapan Allah, dan mendapat karunia besar, sebab di usia yang sudah tua diperkenankan memperoleh seorang anak. Anak ini dijanjikan akan menjadi seorang yang besar. Sedangkan Maria, seorang perawan yang bertunangan dengan Yusuf, dan melalui malaikat Gabriel telah diberitahukan akan mengandung dari Roh Kudus. Anak yang akan dilahirkan Maria dan dinamai Yesus, selanjutnya disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.

Terpisah oleh tempat tinggal yang berbeda, suatu waktu kemudian, Maria bermaksud mengunjungi Elisabet. Inilah suatu kunjungan persaudaraan yang bertujuan mengeratkan kembali hubungan yang saling memperhatikan satu sama lain. Tetapi kunjungan kali ini tentu istimewa, karena Maria dan Elisabet bertemu ketika mereka sementara berada di tengah suasana khusus, sedang mengandung dan melaksanakan hal-hal yang diperintahkan oleh malaikat Tuhan secara langsung. Banyak pengalaman ajaib telah mereka lalui masing-masing dan sungguh baik jika mereka dapat saling berbagi cerita dan pengalaman, saling menghibur dan menguatkan.

Begitulah, Maria berangkat dari Nazaret menuju ke pegunungan, sebuah kota di Yehuda. Perjalanan yang ditempuh pastilah cukup melelahkan karena harus melewati wilayah perbukitan. Tiba di rumah Zakharia, Maria memberi salam kepada Elisabet sebagai suatu kebiasaan dan tata krama. Seketika Elisabet mendengar salam Maria, anak di dalam kandungannya melonjak. Elisabet dapat merasakannya sebagai gejala fisik. Tetapi kuasa Roh Kudus meliputinya dan dengan nyaring menyatakan keberkatan luar biasa yang diterima Maria. Ia diberkati di antara semua perempuan, dan diberkati buah rahimnya.

Sesuatu yang tidak lazim juga ditunjukkan oleh Elisabet yang merasa berlebihan saat dikunjungi Maria. Pada satu pihak Elisabet jauh lebih tua dari Maria, dan karena itu memiliki alasan untuk lebih dihormati sebagaimana kebiasaan di dunia timur. Tapi di pihak lain, ia tidak melihat Maria sekedar sebagai sepupu tetapi seorang Ibu Tuhan. Elisabet makin mempertegas kejadian yang baru dialaminya, bagaimana anak yang dikandungnya melonjak di dalam rahimnya karena kegirangan. Suatu sukacita yang terjadi karena perjumpaan dengan Maria, tidak hanya dirasakan oleh Elisabet tapi juga oleh anak yang dikandungnya.

Elisabet lalu mengungkapkan keadaan yang layak dialami Maria, yakni kebahagiaan. Maria telah menerima panggilan untuk melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya dengan penuh kehambaan (lihat: Lukas 1:38). Kebahagiaan Maria dikaitkan juga dengan rasa percaya yang dimilikinya ketika mendengar berita yang disampaikan malaikat tentang Yesus, Anak Allah. Ucapan Elisabet meneguhkan apa yang dipercayai Maria, bahwa berita yang diterima itu akan terlaksana. Janji yang diterima Maria mengandung kepastian.

Makna dan Implikasi Firman

Allah yang menugaskan Maria dan Elisabet dalam tugas dan perannya masing-masing adalah juga Dia yang mem-bimbing mereka dengan Roh Kudus. Suasana di sekitar masa mengandung dan kelahiran Maria dan Elisabet yang dipenuhi kasih persaudaraan, menjadi sarana Allah bekerja untuk menguatkan, membimbing serta memperteguh pemberian diri mereka dalam rancangan Allah. Melalui perjumpaan antar perempuan ini, kekuatan kasih persaudaraan dialirkan, mengisi relung hati kehambaan keduanya, sehingga mereka senantiasa tertuju pada rancangan keselamatan Allah sendiri.

Kasih persaudaraan merupakan nilai yang bersifat universal, dicari, didambakan, diperjuangkan sampai di masa kini. Ketika relasi antar manusia terkoyak oleh berbagai keinginan pribadi, keinginan kelompok, yang juga disusupi oleh berbagai kepentingan tertentu yang tidak suka melihat adanya perdamaian sejati, maka manusia makin terasing dari sesamanya. Kasih persaudaraan bergerak ke arah sebaliknya, berusaha menghadirkan ruang-ruang perjumpaan antar manusia. Di dalamnya terjadi perjumpaan antara laki-laki dan perempuan, suku yang satu dan suku yang lain, si kaya dan si miskin, pemimpin dan rakyat, tuan dan hamba, dsb.

Nilai kasih persaudaraan adalah salah satu di antara berbagai nilai yang dihayati di tengah peringatan gerejawi masa Adven dan menjelang Natal Yesus Kristus. Kasih persaudaraan sejati hanya dapat ditemukan di dalam kasih Allah kepada dunia dan segala ciptaan-Nya. Sekaligus dari kasih-Nya yang kekal, Allah melalui Yesus Kristus mendatangi dunia dan manusia secara langsung, untuk mengangkat dan menyelamatkanya. Allah mengaruniakan kasih itu di tengah ciptaan-Nya termasuk bagi gereja-Nya.

Karena itu, sukacita kita di minggu Adven haruslah ditandai dengan sukacita membangun semangat persaudaraan tidak hanya dalam ruang-ruang ibadah tapi terus membahana di tengah perjumpaan manusia yang bekerja dan melayani, bahkan tengah perjuangan manusia mengatasi kebencian dan konflik. Kasih persaudaran bersifat nilai dan semangat tetapi ia harus berujung pada tindakan dan karya selamat.

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa makna perjumpaan Maria dan Elisabeth sebagai saudara menurut Lukas 1:39-45?
  2. Bagaimana Gereja memperjuangkan kasih dan persau-daraan di tengah situasi perselisihan dan konflik?
  3. Apa dan bagaimana Program jemaat yang perlu dikem-bangkan dalam rangka memperkuat kasih persaudaraan? 

NAS PEMBIMBING: Roma 12:10

POKOK-POKOK DOA:

  • Doakan setiap orang dalam masa penantian tetap penuh syukur dan menjadi berkat bagi orang banyak
  • Berdoa untuk pemerintah dari pusat dan daerah supaya semakin harmoni, stabil, kuat, bersih dan takut akan Tuhan 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU ADVEN IV 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan : KJ No. 90 Bernyanyilah, Puteri Sion

Tahbisan:NKB No. 50 Fajar Yang Baru Sudah Rekah

Nas Pembimbing/Nyanyian Masuk: KJ No. 91 Putri Sion, Nyanyilah

Ses Hukum Tuhan: NKB No. 126 Tuhan Memanggilmu

Ses Pengakuan Dosa: KJ. 112 Anak Maria Dalam Palungan

Ses Pemberitaan Anugerah Allah: NKB No. 7 Mari Puji Tuhan Yesus

Persembahan: KJ No. 87 Gapuramu Lapangkanlah

Nyanyian Penutup: Persaudaraan Yang Rukun

ATRIBUT:

Warna dasar biru muda dengan simbol empat buah lilin berwarna ungu.


Label:   Lukas 1:39-45 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab
1 Korintus 15:1-11(1)
1 Korintus 1:1-9(1)
1 Korintus 1:4(1)
1 Korintus 1:8(2)
1 Petrus 2:1-10(1)
1 Samuel 2:8-9; Yakobus 2:5-11(1)
1 Tawarikh 29:1-9(1)
2 Korintus 8:1-9(1)
2 Samuel 7:18-29(1)
Amsal 3:1-10(1)
Amsal 9:1-18(1)
Ayub 36:1-15(1)
azmur 92:14(1)
Filipi 4:2-9(1)
Kejadian 11:1-9(1)
Kejadian 8:1-22(1)
Kisah Para Rasul 3:1-10(1)
Kisah Para Rasul 4:32-37(1)
Kolose 1:3-14(1)
Kolose 3:18-25(1)
Kolose 3:5-17(1)
Lukas 1:39(1)
Lukas 1:39-45(1)
Lukas 1:40(1)
Lukas 1:41-42a(1)
Lukas 1:42b(1)
Lukas 1:43(1)
Lukas 1:44(1)
Lukas 24:13-35(1)
Lukas 2:21-40(1)
Markus 12:41-44(1)
Markus 15:1-20a(1)
Matius 1:20(1)
Matius 1:24(1)
Matius 1:25(1)
Matius 28:16-20(1)
Matius 3:1-12(1)
Matius 3:1-2(1)
Matius 3:10(1)
Matius 3:11-12(1)
Matius 3:3(1)
Matius 3:4-6(1)
Matius 3:7-8(1)
Matius 3:9-10(1)
Mazmur 106:1-12(2)
Mazmur 25:1-22(1)
Mazmur 25:14(1)
Mazmur 25:15-18(1)
Mazmur 25:19-22(1)
Mazmur 25:4-6(1)
Mazmur 25:7-9(1)
Mazmur 34:1-23(1)
Mazmur 40:17-18; Lukas 4:16-19(1)
Mazmur 92:6-16(1)
Nahum 1:11(1)
Nahum 1:12(1)
Nahum 1:13(1)
Nahum 1:15b(1)
Nahum 1:9-10(1)
Nahum 1:9-15(1)
Obaja 1:1-16(1)
Obaja 1:11-12(1)
Obaja 1:15-16(1)
Obaja 1:3-4(1)
Obaja 1:5-7(1)
Obaja 1:8-10(1)
Pengkhotbah 11:1-8(1)
Roma 8:1-17(1)
Ulangan 16:1-17(1)
Ulangan 8:1-20(1)
Wahyu 2:8-11(1)
Yeremia 10:6-16(1)
Yeremia 12:1 -17(1)
Yeremia 12:10-11(1)
Yeremia 12:12-13(1)
Yeremia 12:14(1)
Yeremia 30:1-11(1)
Yesaya 11:1-10(1)
Yesaya 11:10(1)
Yesaya 11:2-4(1)
Yesaya 11:5(1)
Yesaya 11:6-7(1)
Yesaya 11:8(1)
Yesaya 11:9(1)
Yesaya 35:1-10(1)
Yesaya 49:1-7(1)
Yoel 3:12-13(1)
Yoel 3:18 (1)
Yoel 3:19(1)
Yoel 3:9-21(1)
Yohanes 17:1–26(1)
Yohanes 21:1-14(1)
Yohanes 6:48-59(1)
Zakharia 9:9-10; Lukas 2:8-11(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login

All Pembacaan Alkitab:
Khotbah 31 Desember 2016 , Malam Akhir Tahun TEMA : Kasih Setia Tuhan di Sepanjang Kehidupan - Mazmur 106:1-12

RHK Sabtu, 31 Desember 2016 31 Dec 2016 - Matius 1:25

Khotbah 31 Desember 2016 , Malam Akhir Tahun TEMA : Kasih Setia Tuhan di Sepanjang Kehidupan - Mazmur 106:1-12

RHK Jumat, 30 Desember 2016 - Yusuf Mengambil Maria Sebagai Isterinya Matius 1:24

RHK Kamis, 29 Desember 2016 Allah Menyertai Kita Matius 1:22-23

RHK Selasa, 27 Desember 2016 - Allah Sumber Pertolongan - Matius 1:20

Khotbah 26 Desember 2016, Hari Natal 2 - Lukas 2:21-40

Khotbah Malam Natal 24 Desember 2016 TEMA :Bersorak-sorak Menyambut Sang Raja Damai - Zakharia 9:9-10; Lukas 2:8-11

RHK Jumat, 23 Desember 2016 - Kegirangan Memuliakan Tuhan - Lukas 1:44

RHK Kamis, 22 Desember 2016 - Kerendahan Hati - Lukas 1:43

RHK Rabu, 21 Desember 2016 - Memberkati Melalui Pujian - Lukas 1:42b

RHK Senin, 19 Desember 2016 - Salam: Sapaan Kasih - Lukas 1:40

RHK Selasa, 20 Desember 2016 Roh Kudus Melingkupi Elisabeth Lukas 1:41-42a

MTPJ 18 - 24 Desember 2016 Minggu Adven IV - Menyambut Yesus Dengan Kasih Persaudaraan - Lukas 1:39-45

RHK Minggu, 18 Desember 2016 - Mempererat Tali Persaudaraan - Lukas 1:39

RHK Jumat, 16 Desember 2016 - Menanti Yesus dengan Waspada Terhadap Kuasa Kegelapan - Matius 3:10

RHK Sabtu, 17 Desember 2016 - Menanti Yesus dengan Hidup Rendah Hati - Matius 3:11-12

RHK Kamis, 15 Desember 2016 - Menanti Yesus dengan Tetap Menyegarkan Hidup Beriman - Matius 3:9-10

RHK Rabu, 14 Desember 2016 - Menanti Yesus dengan Menghasilkan Buah Pertobatan - Matius 3:7-8

RHK Selasa, 13 Desember 2016 - Menanti Yesus dengan Mempersembahkan Talenta Bagi Kemuliaan Tuhan - Matius 3:4-6

RHK Senin, 12 Desember 2016 - Menanti Yesus dengan Meluruskan Jalan Bagi-Nya - Matius 3:3

MTPJ 11 - 17 Desember 2016 Minggu Adven III - Menyambut Yesus Dengan Pertobatan - Matius 3:1-12

RHK Minggu, 11 Desember 2016 - Menanti Yesus dengan Hati yang Bertobat - Matius 3:1-2

RHK Sabtu, 10 Desember 2016 - Rumah Keluarga Kristen: Tempat yang Mulia - Yesaya 11:10

RHK Jumat, 9 Desember 2016 - Jauhkan Perilaku Jahat dan Perilaku Busuk - Yesaya 11:9

RHK Kamis, 8 Desember 2016 - Yang Kuat Tidak Menyakiti yang Lemah - Yesaya 11:8

RHK Rabu, 7 Desember 2016 - Belajar dari Binatang - Yesaya 11:6-7

RHK Selasa, 6 Desember 2016 - Lakukan: Keadilan, Kejujuran, kebenaran dan Kesetiaan - Yesaya 11:5

RHK Senin, 5 Desember 2016 Hidup dalam Tuntunan Roh Kudus - Yesaya 11:2-4

MTPJ 4-10 Desember 2016 Minggu Adven II - Menyongsong Raja Damai - Yesaya 11:1-10

RHK Sabtu, 3 Desember 2016 - Ketulusan dan Kejujuran Hidup - Mazmur 25:19-22

RHK Jumat, 2 Desember 2016 - Mohon Ampun dan Pengasihan Tuhan - Mazmur 25:15-18

RHK Kamis, 1 Desember 2016 - Tuhan Sahabat Karib - Mazmur 25:14

RHK Selasa, 29 November 2016 - Tuhan itu Baik dan Benar - Mazmur 25:7-9

RHK Senin, 28 November 2016 - Jalan Kebenaran dan Kasih Setia Tuhan - Mazmur 25:4-6

MTPJ 27 November s/d 3 Desember 2016 Minggu Adven 1 - Orang Yang Menantikan Tuhan Tidak akan Mendapat Malu - Mazmur 25:1-22

RHK Sabtu, 26 November 2016 - Merayakan Keselamatan - Nahum 1:15b

RHK Kamis, 24 November 2016 - Jatuh dan Tak Bisa Bangkit Lagi - Nahum 1:14

RHK Rabu, 23 November 2016 - Dilepaskan dari Beban dan Belenggu - Nahum 1:13

RHK Selasa, 22 November 2016 - Yang Kuat yang Terkalahkan - Nahum 1:12

RHK Senin, 21 November 2016 - Perancang Kejahatan - Nahum 1:11

MTPJ 20-26 November 2016 - Otoritas Firman Dalam Persekutuan - Nahum 1:9-15

RHK Minggu, 20 November 2016 - Jangan Menentang Tuhan - Nahum 1:9-10

RHK Sabtu, 19 November 2016 Hari Tuhan - Obaja 1:15-16

RHK Jumat, 18 November 2016 Jangan Menindas Orang yang Menderita - Obaja 1:13-14

RHK Kamis, 17 November 2016 Jangan Memandang Rendah - Obaja 1:11-12

RHK Rabu, 16 November 2016 - Penindas akan Dilenyapkan - Obaja 1:8-10

RHK Selasa, 15 November 2016 - Terperangkap Keangkuhan Obaja 1:5-7

RHK Senin, 14 November 2016 - Keangkuhan akan Menjatuhkan - Obaja 1:3-4

MTPJ 13 - 19 November 2016 - Karakter Buruk Merusak Jati Diri dan Persekutuan - Obaja 1:1-16

RHK Jumat, 11 November 2016 - Tuhan adalah Pembela Yoel 3:19

RHK Kamis, 10 November 2016

RHK Rabu, 9 November 2016

RHK Selasa, 8 November 2016

RHK Senin, 7 November 2016 - Yoel 3:12-13

MTPJ 6-12 November 2016 - Yoel 3:9-21 - Umat Dikuduskan, Alam Diberkati

RHK Sabtu, 5 November 2016

RHK Kamis, 3 November 2016

RHK Rabu, 2 November 2016

31 Oktober 2016 Hari Alkitab dan Reformasi Gereja

MTPJ Minggu, 30 Oktober-5 November 2016 - Menanggalkan Manusia Lama dan Mengenakan Manusia Baru - Kolose 3:5-17

RHK Jumat, 28 Oktober 2016 - Tak Bercacat Sampai pada Hari Tuhan - 1 Korintus 1:8

RHK Kamis, 27 Oktober 2016 - Jangan Kekurangan Satu Karunia pun! - 1 Korintus 1:8

RHK Selasa, 25 Oktober 2016 - Bersyukur atas Anugerah Allah bagi Sesama 1 Korintus 1:4

MTPJ 23 - 29 Oktober 2016 - Memelihara Kekudusan Bergereja 1 Korintus 1:1-9

RHK Jumat, 21 Oktober 2016 - Yeremia 12:14

RHK Kamis, 20 Oktober 2016 - Yeremia 12:12-13

RHK Rabu, 19 Oktober 2016 - Gembala yang Baik - Yeremia 12:10-11

RHK Selasa, 18 Oktober 2016 - Hidup yang Mengandalkan Tuhan - Yeremia 12:7-9

MTPJ 16-22 Oktober 2016 - Tuhan Menghukum dan Memulihkan untuk Keadilan - Yeremia 12:1 -17

MTPJ 9 - 15 Oktober 2016 - Jabatan adalah Anugerah Tuhan

MTPJ 2-8 Oktober 2016 - Tubuh dan Darah Kristus yang Menyelamatkan - Yohanes 6:48-59

MTPJ 25 September s/d 1 Oktober 2016 - Gereja yang Kudus, Am dan Rasuli - 1 Petrus 2:1-10

MTPJ 18-24 September 2016 - Gereja yang Membawa Kabar Bahagia - Matius 5:1-12

MTPJ 11 - 17 September 2016 - Umat yang Terus Berkarya Pengkhotbah 11:1-8

MTPJ 4 - 10 September 2016 - Pengakuan Umat: Tuhan Semesta Alam Yeremia 10:6-16

MTPJ 28 Agustus s/d 3 September 2016 - Hikmat Tuhan Membawa Berkat - Amsal 3:1-10

MTPJ 21-27 Agustus 2016 - Hidup dalam Kasih Karunia - Kisah Para Rasul 4:32-37

MTPJ 14 - 20 Agustus 2016 - Kerelaan Memberi - Markus 12:41-44

RHK Minggu, 14 Agustus 2016 Yesus Mengetahui Setiap Persembahan - Markus 12:41a

MTPJ 7 - 13 Agustus 2016 - Bersyukur Atas Penyelamatan Tuhan - Yesaya 35:1-10

MTPJ 31 Juli-6 Agustus 2016 - Keluarga Yang Diberkati Untuk Menjadi Berkat - 2 Samuel 7:18-29

RHK Jumat, 29 Juli 2016 - Ditanam di Bait Tuhan Mazmur 92:14

MTPJ 24 - 30 Juli 2016 - Berbuah Sampai Masa Tua - Mazmur 92:6-16

MTPJ 17 - 23 Juli 2016 - Mazmur 65:2-14 - Bersyukur Atas Berkat Tuhan

MTPJ 10-16 Juli 2016 - Pengucapan Syukur Memperkuat Persekutuan, Kesaksian dan Pelayanan - Ulangan 16:1-17

MTPJ 3-9 Juli 2016 - Buah Pekabaran Injil - Kolose 1:3-14

MTPJ 26 Juni - 2 Juli 2016 - Kualitas Hidup Orang Kristen - Filipi 4:2-9

MTPJ 19-25 Juni 2016 - Hikmat Yang Membangun - Amsal 9:1-18

MTPJ 12 - 18 Juni 2016 - Menabur Benih Injil Matius 28:16-20

MTPJ 5-11 Juni 2016 Ketaatan Membawa Berkat, Ketidaktaatan Membawa Malapetaka - Ulangan 8:1-20

MTPJ 29 Mei - 4 Juni 2016 Memberi Karena Cinta - 1 Tawarikh 29:1-9

MTPJ 22-28 Mei 2016 Kesatuan Dalam Keanekaragaman Yohanes 17:1-26

16 Mei 2016 Pentakosta 2 & HAPSA P/KB - Bapa Pelopor Perdamaian Kolose 3:18-25

MTPJ 15 - 21 Mei 2016 Pentakosta 1 - Kuasa Yang Menghidupkan - Roma 8:1-17

MTPJ 8 - 14 Mei 2016 Komunikasi Dapat Menyatukan dan Mengacaukan - Kejadian 11:1-9

MTPJ 1 - 7 Mei 2016 Diberdayakan Bukan Diperdayakan Kisah Para Rasul 3:1-10

MTPJ 24 - 30 April 2016 Melawan Radikalisme -Bahan Alkitab : Lukas 6:27-36

MTPJ 17 - 23 April 2016 - Kejadian 8:1-22 - Selamatkan Bumi

MTPJ 10 - 16 April 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - Yohanes 21:1-14

MTPJ 3 - 9 April 2016 - Berjalan Bersama Yesus Yang Telah Bangkit - Lukas 24:13-35

28 Maret 2016 Paskah II

MTPJ 27 Maret - 2 April 2016 Paskah 1 - 1 Korintus 15:1-11

25 Maret 2016 Jumat Agung

MTPJ 20 - 26 Maret 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - Markus 15:1-20a

MTPJ 13 - 19 Maret 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - Yohanes 16:16-33

MTPJ 6 - 12 Maret 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - Mazmur 34:1-23

MTPJ 28 Februari - 5 Maret 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - Wahyu 2:8-11

MTPJ 21-27 Februari 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat

MTPJ 14-20 Februari 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - Ayub 36:1-15

MTPJ 7-13 Februari 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - Kisah Para Rasul 17:22-34

MTPJ 31 Januari s/d 06 Februari 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat

MTPJ 24-30 Januari 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat

MTPJ 17-23 Januari 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - 2 Korintus 8:1-9

MTPJ 10-16 Januari 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat

MTPJ 03-09 Januari 2016 Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat




Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen, MENU UTAMA:
Contoh Doa GMIM(2)
Contoh Tata Ibadah GMIM(18)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
MTPJ 2019(38)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(123)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Tentang GMIM(4)

Arsip Pembacaan Alkitab..

Register   Login  

mtpj zakaria 8"20-23,   tata ibadah menyambut natal wki gmim,   tata ibadah menyambut natal wki gmim,   tata ibadah menyambut natal wki gmim,   tata ibadah menyambut natal wki gmim,   TATA IBADAH NATAL PEMUDA GMIM,   tata ibadah pra natal gmim,   Not pianika mars anak sekolah minggu gmim,   liturgi natal sekolah minggu gmim,   tata ibadah hut jemaat gmim,   chord lagu mars remaja gmim,   mptj gmim desember 2019,   tata ibadah gmim desember 2019 sd januari 2020,   mtpj 8 desember 2019,   tata cara natal gmim 2019,   lirik lagu mars remaja gmim,   lirik lagu mars remaja gmim,   lirik lagu mars remaja gmim,   lirik lagu mars remaja gmim,   lirik lagu mars remaja gmim,   lirik lagu mars remaja gmim,   lirik lagu mars remaja gmim,   tata ibadah menyambut natal bentuk 2 gmim desember 2019 sampai january 2020,   khotbah jermia 33 14 16 gmim,   khotbah jermia 33 14 16 gmim,   liturgi tata ibadah malam tahun baru gmim,   liturgi tata ibadah malam tahun baru gmim,   liturgi tata ibadah malam tahun baru gmim,   liturgi tata ibadah malam tahun baru gmim,   gereja Gmim pembacaan pada minggu ini,   gereja Gmim pembacaan pada minggu ini,   pembacaan alkitab minggu ini gmim,   pembacaan alkitab minggu ini gmim,   tata ibadah natal GMIM,   tata ibadah pra natal GMIM,   mtpj yesaya 35:1-10,   mtpj yesaya 35:1-10,   tata ibadah remaja gmim,   tata cara ibadah pkb gmim,   tata ibadah remaja gmim,   liturgi natal GMIM terbaru,   Mtpj gmim tentang bahagia karena harapan terkabul,   Susunan Tata Ibadah GMIM minggu hari ini 24 November 2019,   Mtpj gmim tentang bahagia karena harapan terkabul,   Mtpj gmim tentang bahagia karena harapan terkabul,   Mtpj gmim tentang bahagia karena harapan terkabul,   liturgi natal gmim,   tata ibadah GMIM,   pembacaan alkitab gmim minggu ini,   pembacaan alkitab gmim,   liturgi ibadah pemuda natal gmim,   tata ibadah pengajaran baptisan gmim,   Liturgi Ibadah Natal anak sekolah minggu GMIM,   tata cara ibadah gmim 2019,   mars wki gmim,   tata ibadah Natal Gereja gmim,   renungan wanita kaum ibu gmim 2018,   tata ibadah pemuda gmim,   tata cara ibadah gmim,   pembacaan gmim minggu ini,   liturgi ibadah minggu gmim,   khotbah gmim minggu ini,   obor pemuda gmim edisi Oktober 2019,   tata gereja gmim 2017 bab 17,   tata gereja gmim 2017 bab 2,   mtpj 3 november 2019,   renungan wanita kaum ibu gmim 2019,   renungan wanita kaum ibu gmim 2019,   renungan wanita kaum ibu gmim 2018,   renungan pria kaum bapa gmim 2019,   mtpj gmim bulan november2019,   bacaan mingguan gmim november 2019,   tata ibadah perjamuan kudus gmim,   tata ibadah perjamuan kudus gmim,   tata gereja gmim 2016,   tata ibadah perjamuan kudus gmim,   tata ibadah perjamuan kudus gmim,   khotbah minggu ini gmim,   pelita pkb gmim 2019,   pelita pkb gmim 2019,   pelita pkb gmim 2019,    MTPJ gmim tanggal 20-26 oktober 2019,   renungan kaum ibu gmim minggu yg brjalan,    MTPJ gmim tanggal 20-26 oktober 2019,   mtpj gmim dibaharui menjadi pembaharu,   mtpj gmim dibaharui menjadi pembaharu,   mtpj gmim dibaharui menjadi pembaharu,   mtpj gmim dibaharui menjadi pembaharu,   lagu rohani gmim,   liturgi dalam Gmim,   tata gereja gmim,   download tata gereja Gmim 2016,   mtpj gmim 20 oktober - 26 oktober 2019,   mtpj gmim bulan oktober,   mtpj gmim bulan oktober,   mtpj gmim bulan oktober,   mtpj gmim bulan oktober,   contoh Tata Cara ibadah Kolom GMIM,   contoh Tata Cara ibadah Kolom GMIM,   contoh Tata Cara ibadah Kolom GMIM,   contoh Tata Cara ibadah Kolom GMIM,   tata ibadah gmim 2019,   lyrik mars pkb gmim,   lyrik mars pkb gmim,   mtpj gmim oktober 2019,   MTPJ Bulan Oktober 2019,   MTPJ Bulan Oktober 2019,   MTPJ Bulan Oktober 2019,   MTPJ Bulan Oktober 2019,   tata ibadah gmim 2019,   download lagu anak panah pemuda gmim,   tata cara ibadah gmim 2019,   tata cara ibadah gmim 2019,   tata cara ibadah gmim 2019,   MTPJ Bulan Oktober 2019,   MTPJ Bulan Oktober 2019,   tata ibadah gmim,   mars guru sekolah minggu gmim,   renungan pelita pkb gmim 2019,   Nada dasar lagu mars wki gmim,   pengajaran baptisan kufus GMIM,   pengajaran baptisan kufus GMIM,   renungan wanita kaum ibu gmim 2019,   tata ibadah gmim,   lagu gmim,   contoh doa pnyembahan gmim,   contoh doa pnyembahan gmim,   contoh doa pnyembahan gmim,   tata ibadah gmim,   buku tata ibadah gmim,   buku tata ibadah gmim,   buku tata ibadah gmim,   partitur hymne pemuda gmim,   partitur hymne pemuda gmim,   Nyanyian pembukaan ibadah Gmim,   lagu rohani gmim,   lagu rohani gmim,   renungan pelita pkb gmim 2019,   hymne pemuda gmim paduan suara Zaitun kiawa,   hymne pemuda gmim paduan suara Zaitun kiawa,   hymne pemuda gmim paduan suara Zaitun kiawa,   hymne pemuda gmim paduan suara Zaitun kiawa,   download tata gereja gmim 2016 pdf,   renungan wanita kaum ibu gmim 2019,   tata ibadah kreatif gmim,   renungan wanita kaum ibu gmim 2019,   renungan wanita kaum ibu gmim 2019,   renungan wanita kaum ibu gmim 2019,   lirik mars wki sinode gmim,   mars wki gmim,   anak sekolah minggu gmim lyric,   khotbah gmim minggu ini,   khotbah gmim minggu ini,   download video doa bapa kami gmim,   tata cara ibadah pemudagmim,   chord lagu mars pemuda gmim,   chord lagu mars pemuda gmim,   tata gereja gmim 2017,   renungan pelita pkb gmim 2019,   tata ibadah gmim 2019,   tata cara ibadah kolom gmim,   renungan pelita pria kaum bapa gmim september 2019,   Lirik lagu hymne pria kaum bapa gmim,   Doa gmim,   Doa gmim,   contoh doa syafaat gmim,   contoh doa syafaat gmim,   contoh doa syafaat gmim,   contoh doa syafaat gmim,   not angka hymne pemuda gmim,   tata cara ibadah kaum bapa GMIM,   lagu mars pria kaum bapa gmim,   ata ibadah kolom GMIM,   renungan wki gmim 2019,   renungan wki gmim 2019,   susunan lagu ibadah gmim,   susunan lagu ibadah gmim,   renungan wanita kaum ibu gmim 2019,   tata cara ibadah gmim 2019,   MTPJ GMIM september 2019,   download slide tata cara ibadah gmim,   Pembukaan Tata Gereja GMIM,   Pembukaan Tata Gereja GMIM,   Pembukaan Tata Gereja GMIM,   Pembukaan Tata Gereja GMIM,   tata ibadah gmim,   tata ibadah gmim,   Lirik lagu mars remaja gmim,   Pembukaan Tata Gereja GMIM,   tata ibadah kolom gmim 2018,   tata ibadah kolom gmim 2018,   tata ibadah kolom gmim 2018,   midi hymne remaja gmim,   mtpj gmim 15-24 agustus 2019,   mtpj gmim 15-24 agustus 2019,   mtpj gmim 15-24 agustus 2019,   mtpj gmim 15-24 agustus 2019,   download sing for jesus mp3 GMIM,   lirik lagu mars kaum bapa gmim,   hymne pemuda gmim pdf,